Dilansir dari The National, izin beroperasi diberikan regulator kepada Nawah Energy Company, pihak operator PLTN Barakah. Wakil Ketua Otoritas Federal Regulasi Nuklir UEA Hamad al-Kaabi mengatakan, izin operasi PLTN Barakah berlaku hingga 60 tahun ke depan.
Barakah, berdiri di dekat kota Ruwais di wilayah barat dari Abu Dhabi, adalah PLTN pertama di kawasan dan juga jazirah Arab.
"Hari ini menandai lembaran baru dalam perjalanan kami menuju pengembangan energi nuklir yang damai," kata Sheikh Mohamed bin Zayed, Putra Mahkota Abu Dhabi yang juga menjabat Wakil Komandan Angkatan Bersenjata UEA, Senin 17 Februari 2020.
"Seiring persiapan melindungi berbagai kepentingan kami untuk 50 tahun ke depan, kekuatan utama negara ini adalah talenta-talenta nasional," lanjutnya.
PLTN Barakah di Abu Dhabi dibangun oleh perusahaan Korea Electric Power Corporation (KEPCO). Awalnya PLTN tersebut dijadwalkan dibuka pada 2017, namun pengoperasian reaktor pertamanya telah beberapa kali ditunda.
"Ini merupakan momen bersejarah bagi UEA, yang menjadi negara Arab pertama di kawasan yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir," ucap Kaabi.
"Pencapaian ini didapat berkat visi dan kepemimpinan UEA dalam membangun program energi nuklir demi memenuhi kebutuhan energi di masa mendatang," ungkapnya.
Saat beroperasi dalam kapasitas penuh, empat reaktor PLTN Barakah dapat memenuhi sekitar 25 persen dari total kebutuhan energi UEA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News