Wamenlu AM Fachir sampaikan kecaman Indonesia terkait upaya Israel bangun terowongan ke Yerusalem Timur. Dok.Kemenlu RI.
Wamenlu AM Fachir sampaikan kecaman Indonesia terkait upaya Israel bangun terowongan ke Yerusalem Timur. Dok.Kemenlu RI.

Indonesia Kecam Israel Bangun Terowongan ke Yerusalem Timur

Internasional israel indonesia-palestina
Fajar Nugraha • 18 Juli 2019 15:06
Jeddah: Pemerintah Indonesia mengecam Israel yang makin hari makin leluasa melakukan tindakan yang mengancam perdamaian Timur Tengah. Sebuah konstruksi di wilayah Yerusalem dilakukan Israel dan bisa mengancam status kota tersebut.
 
“Indonesia mengutuk keras tindakan Israel yang merusak harapan terbentuknya solusi dua negara,” tegas Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Mohammad Fachir, seperti dikutip dari situs Kemlu.go.id, Kamis, 18 Juli 2019.
 
Hal ini disampaikan Wamenlu dalam pertemuanOpen-Ended Extraordinary Meeting of the OIC Executive Committee at the Level of Foreign Ministers atau Konferensi Tingkat Menteri/KTM Luar BiasaKomite EksekutifOrganisasi Kerja Sama Islam/OKI) pada 17 Juli.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KTM ini diselenggarakan atas permintaan Palestina menanggapi pelanggaran Israel di Al-Quds Al-Sharif, terkait kegiatan penggalian dan pembuatan terowongan bawah tanah di kawasan Silwan menuju Yerusalem Timur sebagai bagian dari proyek konstruksiCity of David.
 
Lebih lanjut, pada pertemuan yang diselenggarakan di Markas Besar OKI ini, Wamenlu Fachir menyampaikan pentingnya negara OKI untuk mempertahankan status kota Yerusalem sesuai dengan hukum internasional, termasuk UNESCO.
 
“Sebagai anggota Dewan Eksekutif UNESCO saat ini, Indonesia mendorong seluruh negara anggota OKI untuk mempertahankan dan melindungi status kota Yerusalem yang masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO," jelasnya terkait peran Indonesia dalam Organisasi PBB yang berfokus pada isu pendidikan dan kebudayaan tersebut.
 
Indonesia juga mengajak negara-negara anggota OKI yang menjabat sebagai anggota Dewan Eksekutif UNESCO untuk mendesak Israel mengakhiri seluruh tindakannya yang melanggar hukum internasional.
 
Selain mendorong Israel menghentikan tindakan pelanggarannya, Indonesia juga mendorong pendekatansecond trackkepada komunitas moderat di Israel. “Kita harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat yang berpandangan sama, baik itu dari komunitas Muslim moderat, Kristen, maupun Yahudi," ucap Wamenlu Fachir.
 
Upaya mendesak Israel harus dilakukan secara konsisten, terutama melalui kegiatan yang berdampak langsung secara ekonomi. Wamenlu Fachir tegaskan pentingnya OKI melakukan boikot atas produk-produk Israel yang diproduksi di wilayah pendudukan,
 
“Indonesia serukan Sekretariat OKI danIslamic Office for the Boycott of Israel(IBO) untuk segera menyusun daftar produk Israel yang di produksi pemukiman ilegal dengan bantuan konsultan profesional sebagai dasar kebijakan negara anggota untuk melaksanakan kebijakan boikot,” ungkap mantan Duta Besar RI untuk Arab Saudi itu.
 
Pertemuan menghasilkan pernyataan bersama negara anggota OKI terkait dukungan terhadap perjuangan Palestina yang sejalan dengan resolusi-resolusi terkait Palestina yang telah disepakati di KTM ke-46 OKI Ke-46 di Abu Dhabi bulan Maret 2019 dan KTT ke-14 OKI di Makkah bulan Mei lalu. Pernyataan itu antara lain:
  1. Aktivasi peran dariMinisterial Contact Group on Palestine and Al-Qudsuntuk menyerukan posisi OKI dan menggalang dukungan poitis terkait isu Palestina kepada negara-negara kunci.
  2. Penetapan tanggal pelaksanaan konferensi untuk penggalangan dana dan implementasi rencana strategis pembangunan Al-Quds Al-Sharif, serta mengaktifkanAl-Quds FunddanWaqf Fund.
  3. Mengangkat isu pelanggaran Israel terhadap Palestina di forum internasional dan memperkuat pemahaman tentang pentingnya aspek sejarah, politis dan keagamaan dari kota Al-Quds Al-Sharif.
  4. Memberikan mandat bagi OKI untuk mempertimbangkan prosedur hukum untuk diambil di lembaga internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel.

Selain Indonesia, pertemuan juga dihadiri oleh sejumlah Menteri dan Pejabat Tinggi negara anggota OKI, antara lain dari Palestina, Arab Saudi, Turki, Yordania, Kuwait, Uni Arab, Bangladesh, Maladewa, dan Qatar.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif