Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Tambang Ambruk, 36 Pekerja Ilegal Tewas di Kongo

Internasional rd kongo
Fajar Nugraha • 28 Juni 2019 07:04
Kolwezi: Sebanyak 36 pekerja tambang ilegal tewas usai sebagian tempat mereka bekerja roboh di Republik Demokratik Kongo. Operasi pencarian masih dilakukan sejak insiden Kamis 27 Juni itu.
 
Tambang ini dimiliki oleh raksasa pertambangan Anglo-Swiss Glencore. Jumlah korban dikhawatirkan akan terus bertambah di lokasi tambang di Kota Kolwezi, Provinsi Katanga.
 
“Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung. Sejauh ini 36 mayat telah dikeluarkan dari puing-puing dan dibawa ke kamar mayat,” kata Wali Kota Kolwezi, Veronique Upite Nkamina, seperti dikutip CNN, Jumat, 28 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun laporan korban jumlah korban masih simpang siur. Gubernur Provinsi Katanga, Richard Mujey menyebutkan korban tewas mencapai 39 jiwa.
 
Menurut pernyataan Glencore, para penambang itu bekerja tanpa izin di Kamoto Copper Company (KCC) di wilayah tenggara. Glencore menambahkan, pihaknya telah mencatat peningkatan penambangan ilegal dalam operasinya di daerah itu, dengan rata-rata 2.000 penambang ilegal memasuki lokasi mereka setiap hari.
 
"Ini telah menghadirkan risiko yang signifikan bagi karyawannya, peralatan operasi, dan penambang rakyat yang ilegal itu sendiri," kata Glencore dalam pernyataan itu.
 
"KCC mendesak semua penambang ilegal untuk berhenti mempertaruhkan nyawa mereka dengan masuk tanpa izin di situs industri utama,” imbuh pernyataan tersebut.
 
Glencore mengonfirmasi 19 kematian dan mengatakan KCC membantu operasi pencarian dan penyelamatan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif