Hidupi Keluarga, Pengungsi Venezuela Terjun ke Prostitusi
Pengungsi Venezuela terpaksa menjual diri untuk mendapatkan uang. (Foto: AFP).
Bogota: Dulu di Venezuela, mereka adalah guru, polisi, dan pengantar surat kabar. Tetapi terpaksa melarikan diri dari tanah air mereka demi mencari pekerjaan dan uang untuk bertahan hidup.
 
Para wanita, tanpa kartu identitas, akhirnya bekerja sebagai pelacur di bar-bar kumuh di Kolombia. Sambil menyimpan semua yang mereka punya guna menghidupi keluarga mereka di rumah, yang masih ditimpa pergolakan krisis ekonomi.
 
Ibu dari tiga anak, Patricia, 30, dipukuli, diperkosa, dan disodomi oleh seorang klien mabuk, namun dia terus bekerja di rumah bordil di Calamar, di pusat Kolombia.
 
"Ada pelanggan yang memperlakukan Anda dengan buruk dan itu mengerikan," katanya. "Setiap hari, saya berdoa kepada Tuhan bahwa mereka baik (kepada kami)," keluhnya, seperti disitat dari AFP, Jumat 26 Oktober 2018.
 
Alegria adalah seorang guru sejarah dan geografi, tetapi di Venezuela yang dicekam hiperinflasi kronis, dia hanya mendapatkan 312.000 bolivar sebulan: kurang dari satu dolar.
 
Gajinya tidak cukup "bahkan untuk sebungkus pasta," kata ibu berusia 26 tahun dari seorang bocah empat tahun kepada AFP. Pada Februari, dia melintasi perbatasan ke Kolombia.
 
Awalnya dia bekerja selama tiga bulan sebagai pelayan, pekerjaan yang menawarkan kamar dan makan, tetapi Alegria tidak pernah dibayar, cuma mendapatkan tips.
 
"Saya mengirim tips saya ke rumah untuk keluarga saya," katanya. Enam orang, termasuk putranya, mengandalkan dirinya.
 
Akhirnya, kirimannya bahkan disita, sehingga Alegria berjalan ke selatan menuju Calamar, yang terletak di daerah dilanda konflik bersenjata selama puluhan tahun. Daerah ini merupakan pusat perdagangan narkoba, dan benteng bekas pemberontak FARC.
 
Bersama sembilan wanita lain, Alegria -- nama samaran yang dia berikan kepada AFP untuk cerita ini yang berarti 'kebahagiaan' -- melacur sendiri setiap malam di sebuah bar di kota berpenduduk 3.000 jiwa.
 
Setiap klien membayar antara 37.000-50.000 peso (USD11-16), di mana 7.000 peso disimpan oleh manajer perusahaan. Sekali ucap "selamat malam," Alegria dapat menghasilkan uang yang setara antara USD30 dan USD100.
 
"Kami tidak pernah bermaksud untuk melacurkan diri. Kami melakukannya karena krisis," kata Joli, suaranya serak.
 
Pria berusia 35 tahun ini kehilangan pekerjaannya sebagai operator surat kabar pada tahun 2016 karena "tidak ada lagi kertas untuk mencetaknya."
 
Setelah empat tahun resesi dan bertahun-tahun salah urus keuangan, krisis Venezuela telah menyebabkan kemiskinan melambung karena kebutuhan dasar seperti makanan dan obat-obatan menjadi langka. Inflasi diperkirakan mencapai 1,4 juta persen mengejutkan tahun ini, menurut Dana Moneter Internasional, yang mengatakan 2019 akan melihat angka itu mencapai 10 juta persen.
 
Joli meninggalkan tiga anaknya bersama ibunya sebelum melakukan perjalanan dari kota ke kota dan mencari pekerjaan demi pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan. Ketika dia menyeberangi perbatasan ke Kolombia tanpa paspor, dia tidak memiliki apa-apa selain pakaian yang dikenakannya.

Sekitar 1,9 juta orang Venezuela telah melarikan diri dari negara yang dilanda krisis sejak 2015, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id