SDF memeriksa para simpatisan dan istri serta anak-anak mereka di luar desa Baghouz, Suriah, 23 Februari 2019. (Foto: AFP/Getty)
SDF memeriksa para simpatisan dan istri serta anak-anak mereka di luar desa Baghouz, Suriah, 23 Februari 2019. (Foto: AFP/Getty)

Konvoi Simpatisan Tinggalkan Markas Terakhir ISIS

Internasional krisis suriah isis konflik suriah
Arpan Rahman • 24 Februari 2019 11:39
Baghouz: Konvoi kendaraan berisi simpatisan Islamic State (ISIS) beserta istri dan anak-anak mereka meninggalkan Baghouz Al-Fawqani, desa kecil yang merupakan markas terakhir kelompok militan tersebut di Suriah.
 
Sedikitnya 36 truk dan dua bus terlihat meninggalkan Baghouz via koridor kemanusiaan. Evakuasi ini terjadi beberapa jam sebelum rencana serangan udara yang akan dilancarkan koalisi pimpinan Amerika Serikat di desa tersebut.
 
Para simpatisan ISIS dikawal truk yang dilengkapi senapan mesin milik Pasukan Demokratik Suriah atau SDF.SDF adalah aliansi pejuang andalan AS dalam memberantas ISIS di Suriah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rombongan simpatisan ini dikawal SDF menuju sebuah kamp yang diperuntukkan bagi orang-orang telantar. Sebelum menuju kamp, mereka semua diperiksa dan diawasi secara ketat oleh SDF.
 
Sementara di Baghouz, SDF memprediksi masih ada ratusan militan ISIS beserta sejumlah warga sipil.
 
Juru bicara SDF, Mustafa Bali, mengatakan bahwa koalisi AS melancarkan serangan udara di sekitar Baghouz pada Jumat 22 Februari. Serangan tersebut dilakukan untuk menekan ISIS, agar mereka membiarkan warga sipil untuk pergi dari Baghouz.
 
"Agar evakuasi ini bisa berjalan sukses, perlu ada aksi militer," kata Mustafa, seperti dilansir dari laman Mirror, Sabtu 23 Februari 2019.
 
Kehadiran warga sipil di Baghouz mempersulit upaya SDF dalam menghabisi ISIS. Ini dikarenakan ISIS menggunakan sejumlah warga sebagai "perisai manusia."
 
Dalam beberapa pekan terakhir, sekitar 20 ribu orang telah meninggalkan Baghouz via koridor kemanusiaan. Sebagian dari mereka pergi dari sana dengan berjalan kaki.
 
Namun ISIS sempat menutup pintu keluar sepanjang satu pekan dan tidak ada satu warga pun yang keluar dari Baghouz. Evakuasi baru kembali berlanjut pada Rabu kemarin.
 
Mustafa memprediksi masih banyak warga sipil terperangkap di Baghouz, tepatnya di jaringan gua dan terowongan yang sengaja dibuat ISIS di desa tersebut.
 
"Jika semua warga sipil telah dievakuais, kami akan langsung menyerbu Baghouz atau memaksa para teroris itu untuk menyerah," tegas Mustafa. Menurut dia, merebut Baghouz akan otomatis mengakhiri kekhilafahan ISIS di Suriah.
 
Baca:200 Keluarga Terjebak di Markas Terakhir ISIS

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif