Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Febrian Ruddyard (Foto:Medcom.id/Marcheilla)
Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Febrian Ruddyard (Foto:Medcom.id/Marcheilla)

Pimpin DK PBB, Indonesia Dorong Isu Palestina

Internasional palestina indonesia-pbb
Marcheilla Ariesta • 02 Mei 2019 18:05
Jakarta: Indonesia mengambil isu operasi pemeliharaan perdamaian sebagai tema utama dalam kepemimpinannya di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, Indonesia menyelipkan agenda mengenai Palestina secara informal.
 
Diskusi informal Arria Formula mengenai Palestina ini akan digelar pada 9 Mei 2019. "Formula ini menjadi forum bersama untuk meningkatkan negara-negara anggota agar memberikan perhatian untuk kemerdekaan Palestina, khususnya settlement," ucap Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Febrian Ruddyard, di Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Febrian mengatakan Indonesia akan selalu mengangkat isu Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia menambahkan, RI telah memberitahu posisi ini kepada negara-negara tertentu yang berbeda pandangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentunya soal negara tertentu, dan yang kita tahu posisinya terkait ini, kami selalu bilang, kami berbeda dengan Anda. Kami tahu posisi Anda tapi lets do our best, kira-kira dalam format apa dan seperti apa yang bisa kita lakukan bersama-sama untuk masalah ini," imbuh Febrian.
 
Dia menambahkan, pembahasan isu Palestina disetujui oleh seluruh anggota DK PBB jika dalam Arria Formula.
 
Arria Formula adalah pengaturan informal yang memungkinkan Dewan lebih fleksibel untuk diberi pengarah mengenai masalah perdamaian dan keamanan internasional. Formula ini sering digunakan dan dianggap semakin penting sejak pertama kali diterapkan pada Maret 1992.
 
Diskusi ini terbuka untuk seluruh anggota PBB. Fokus pembahasannya mengenai pembangunan berbagai kawasan pemukiman ilegal oleh Israel yang menjarah tanah milik rakyat Palestina.
 
"Khususnya terkait aspek hukum dan kemanusiaan, dengan penekanan Resolusi DK 2334 tahun 2016," terangnya.
 
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi membuka diskusi informal ini. Sementara Wakil Tetap RI di New York Dian Triansyah Djani yang akan menjadi moderatornya.
 
Indonesia menjadi ketua DK PBB sepanjang Mei 2019. Dalam keketuaan ini, Indonesia mengangkat tema operasi penjaga perdamaian.

 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif