Perang Libya yang terjadi pada 2011 di Benghazi (Foto: AFP)
Perang Libya yang terjadi pada 2011 di Benghazi (Foto: AFP)

Obama Akui Kesalahan Selama Menjabat

Sonya Michaella • 12 April 2016 09:36
medcom.id, Washington: Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama mengatakan kesalahan terbesarnya selama menjabat Presiden AS adalah kurangnya perencanaan pada perang Libya.
 
Menurut Obama, AS tidak melakukan perencanaan yang cukup dalam intervensi militer di Libya, terutama setelah Muammar Khadafi digulingkan dan terbunuh pada Oktober 2011.
 
"Kemungkinan adalah gagalnya perencanaan setelah saya merasa intervensi di Libya adalah hal yang benar," kata Obama, seperti dikutip CNN, Selasa (12/4/2016).

Saat itu, Libya adalah satu dari banyak negara di Timur Tengah yang dilanda revolusi. Khadafi tersingkirkan setelah kelompok oposisi bersenjata dibantu oleh pasukan udara Amerika Serikat dalam koalisi pimpinan NATO, menghantam wilayah pemerintah Libya.
 
Khadafi terbunuh oleh seorang tentara oposisi setelah iring-iringannya dibom dari udara. Usai kepemimpinan Khadafi, kondisi Libya saat ini masih jauh dari aman.
 
Pemerintah Libya terbagi dua dan sama-sama didukung militan bersenjata. Negara itu kini juga menjadi tempat yang aman bagi kelompok teroris, salah satunya ISIS, yang jumlahnya kian bertambah hingga sekarang.
 
"Koalisi kami seharusnya bisa melakukan lebih banyak dalam mengisi kekosongan yang ditinggalkan," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan