Ilustrasi penembak jitu atau sniper. (Foto: Sky News)
Ilustrasi penembak jitu atau sniper. (Foto: Sky News)

Sniper Kanada Bunuh Militan ISIS dari Jarak 3,5 Km

Willy Haryono • 23 Juni 2017 16:36
medcom.id, Toronto: Seorang penembak jitu atau sniper dari Pasukan Khusus Kanada telah memecahkan rekor militer Inggris untuk jarak terjauh dalam menembak mati seorang militan Islamic State (ISIS). 
 
Sang sniper itu berhasil membunuh seorang militan ISIS dari jarak lebih dari dua mil atau sekitar 3,5 kilometer. 
 
Menurut seorang sumber militer Kanada kepada surat kabar Toronto's Globe, Jumat 23 Juni 2017, peluru senapan McMillan Tac-50 ditembakkan dari sebuah gedung tinggi di Irak. 

Peluru melesat kencang dan menghabiskan waktu di bawah sepuluh detik untuk mencapai targetnya di jarak 3,5 km. Jarak setara dengan jarak antara Big Ben dengan Menara London. 
 
"Tembakan sniper itu menghambat serangan Daesh terhadap pasukan Irak," ujar sumber tersebut, merujuk pada akronim lain dari ISIS. 
 
"Alih-alih menjatuhkan bom yang berpotensi membunuh warga sipil, tembakan sniper merupakan kekuatan akurat karena ditembakkan dari jarak yang sangat jauh. Karena sangat jauh, para penjahat tidak menyadari apa yang sudah menimpa mereka,' lanjut dia. 
 
Rekor sebelumnya dipegang sniper asal Inggris, Craig Harrison. Dia menembak dua militan di provinsi Helmand, Afghanistan, dari jarak 2,4 km. 
 
Komando Operasi Khusus Kanada mengonfirmasi bahwa salah satu anggota mereka dari Joint Task Force 2 "telah sukses mengenai target," namun menolak menyebutkan kapan penembakan itu terjadi. 
 
"Untuk alasan keamanan operasional dan personel serta mitra kami, detail kejadian tidak akan diumumkan," sebut Komando Operasi Khusus Kanada. 
 
Agar peluru dapat mengenai target yang berada sangat jauh, seorang sniper harus mempertimbangkan tiupan angin, balistik dan kelengkungan tanah sebelum menembakkan senjata.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan