Raja Abdullah beri warisan besar untuk perempuan (Foto: AFP)
Raja Abdullah beri warisan besar untuk perempuan (Foto: AFP)

Warisan Raja Abdullah untuk Perempuan

Fajar Nugraha • 23 Januari 2015 17:37
medcom.id, Riyadh: Raja Abdullah adalah salah satu monarki terkuat di dunia. Memberikan peluang untuk perempuan di negara yang konservatif seperti Arab Saudi, adalah warisan terbesar Raja Abdullah.
 
Meskipun Arab Saudi kerap dikritik dengan penegakan HAM, khususnya untuk perempuan. Namun Raja Abdullah memimpin perubahan agar hak perempuan bisa setara dengan pria, khususnya dalam tatanan sosial Arab Saudi.
 
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Arab Saudi menerapkan syariah. Di tengah ketatnya aturan, Raja Abdullah dengan perlahan menerapkan aturan yang bisa memfasilitasi kesetaraan gender bagi perempuan. Kesetaraan ini mulai berubah menuju arah modernitas ekonomi dan budaya Arab Saudi.

Salah satu contoh yang nyata adalah, Raja Abdullah mengizinkan perempuan untuk bekerja sebagai kasir supermarket. Bahkan, Norah al-Faiz ditunjuk sebagai anggota perempuan pertama dalam Dewan Menteri Arab Saudi. Al-Faiz bertugas sebagai deputi menteri yang mengurus pendidikan perempuan.
 
Pendidikan perempuan menjadi warisan utama bagi Raja Abdullah. Pendidikan tinggi, menjadi fokus utama raja berusia 90 tahun itu.
 
"Kekuasaan Raja Abdullah dianggap sebagai era emas bagi pendidikan tinggi perempuan," ujar kolumnis Saudi Gazette, Sabria Jawhar, seperti dikutip IBTimes, Jumat (23/1/2015).
 
"Sejak naik takhta pada 2005, dia percaya bahwa mendidik perempuan menjadi prioritas utama," imbuh Jawhar.
 
Pada 2011, Abdullah membuat perintah yang amat monumental. Dirinya mengizinkan perempuan untuk memilih dan mencalonkan diri pada pemilu kota pada 2015.
 
Semasa hidupnya, Raja Abdullah berupaya untuk mengadvokasi untuk penegakan hak perempuan. Namun upaya itu kerap kali dihadang dan dianggap bertentangan dengan tradisi budaya di Negara Kerajaan itu.
 
Pada 2005, Abdullah menjanjikan akan mengizinkan perempuan untuk mengendarai mobil. Ini menjadi simbol tertinggi dari kebebasan di Arab Saudi. Tetapi, penolakan dari kalangan konservatif membuat izin itu mengalami penundaan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan