PBB Bersiap Memulai Kembali Dialog Damai Yaman
Martin Griffiths (tengah) menjelang pertemuan dialog damai konflik Yaman di Jenewa, Swiss, 7 September 2018. (Foto: AFP/FABRICE COFFRINI)
Hudaidah: Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Yaman Martin Griffiths tiba di kota pelabuhan Hudaidah untuk mendiskusikan dialog damai konflik Yaman dengan pemberontak Houthi. Ia akan membujuk Houthi agar mau menyerahkan kendali atas Hudaidah ke PBB.

Hudaidah dianggap sebagai titik krusial dalam konflik Yaman. Hampir 70 persen arus ekspor impor barang di Yaman dilakukan melalui pelabuhan ini.

"Saya hadir di sini untuk mengatakan kepada kalian semua bahwa kita telah sepakat PBB akan bertindak aktif dalam negosiasi ini. Nanti juga akan ada negosiasi mendetail mengenai peran PBB di pelabuhan (Hudaidah)," kata Griffiths kepada awak media, seperti dinukil dari kantor berita Al Jazeera, Jumat 23 November 2018.


Griffiths mendesak kubu bertikai di Yaman untuk "menjaga perdamaian" di kota pelabuhan ini, karena "perhatian seluruh dunia sedang tertuju kepada Hudaidah."

Masih di hari yang sama, juru bicara PBB Rheal LeBlanc mengatakan organisasi dunia ini siap menjalankan peran pengawas di Hudaidah. Sebelumnya, kepala pemberontak Houthi, Abdel-Malik al-Houthi, mengaku siap menyerahkan Hudaidah kepada PBB jika koalisi pimpinan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menghentikan serangannya di kota tersebut.

Riyadh dan Abu Dhabi memandang Hudaidah sebagai titik masuk utama senjata bagi Houthi. Kedua negara itu menuduh Iran menyalurkan banyak senjata ke Houthi melalui Hudaidah. Teheran membantah keras tuduhan tersebut.

Hingga saat ini belum ada tanggal pasti kapan negosiasi terbaru dilakukan. Namun dua kubu bertikai di Yaman diprediksi akan bertemu di Swedia pada awal Desember.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id