Rahaf Mohammed al-Qunun dalam konferensi pers di Toronto, Kanada, 15 Januari 2019. (Foto: AFP/COLE BURSTON)
Rahaf Mohammed al-Qunun dalam konferensi pers di Toronto, Kanada, 15 Januari 2019. (Foto: AFP/COLE BURSTON)

Rahaf al-Qunun Berharap Dapat Menginspirasi Banyak Perempuan

Internasional arab saudi Rahaf Mohammed al-Qunun
Arpan Rahman • 16 Januari 2019 13:25
Toronto: Rahaf Mohammed al-Qunun, seorang remaja asal Arab Saudi yang melarikan diri dan mendapat suaka di Kanada, berharap kisah pelariannya ini dapat menginspirasi banyak perempuan di luar sana.
 
Ia mengaku melarikan diri saat sedang berkunjung bersama keluarganya di Kuwait. Dari sana, ia terbang menuju Australia namun terlebih dahulu mendarat di Thailand.
 
Saat tiba di Thailand, Rahaf mengurung diri di sebuah kamar hotel agar tidak dideportasi. Setelah berada di bawah perlindungan Agensi Pengungsian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR), Rahaf melanjutkan proses permintaan suaka ke Australia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun karena menganggap Australia terlalu lamban, Rahaf mengajukan suaka ke Kanada dan diterima oleh Perdana Menteri Justin Trudeau.
 
Dalam wawancara perdana sejak tiba di Kanada, Rahaf mengatakan kepada Australian Broadcasting Corp bahwa dirinya merasa "jumlah wanita yang melarikan diri dari Arab Saudi akan bertambah, terutama karena sudah tidak ada sistem untuk menghentikan mereka."
 
"Saya yakin akan ada lebih banyak wanita yang melarikan diri. Saya berharap kisah saya dapat mendorong perempuan untuk menjadi pemberani," lanjut dia.
 
Rahaf tiba di Bandara Internasional Pearson di Toronto, Kanada, dengan menggunakan maskapai Korean Air dari Seoul pada Sabtu. Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland menyebut Rahaf sebagai "remaja baru Kanada yang sangat berani."
 
"Dia wanita muda pemberani yang sudah melewati banyak kesulitan. Saat ini, dia akan menuju rumah barunya," tutur Freeland.
 
Dalaketerangan kepada media BBC di awal pelarian, Rahaf mengaku takut dibunuh karena dirinya sudah menyatakan keluar dari agama Islam atau murtad. Ia juga disebut memilih lari untuk menghindari pernikahan paksa di Arab Saudi.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi