medcom.id, Raqqa: Central Command (CENTCOM) Amerika Serikat (AS) memberikan konfirmasi bahwa serangan udara koalisi yang dipimpin AS berhasil menewaskan komandan senior kelompok Islamic State (ISIS) di Tabwa Dam, Suriah.
Dalam keterangan yang dikeluarkan CENTCOM Kamis 29 Desember mengatakan, "Abu Jandal al-Kuwaiti, yang merupakan pemimpin ISIS di Raqqa dihantam serangan udara pasukan koalisi di dekat Tabqa Dam. Centcom mengonfirmasi bahwa serangan udara itu terjadi pada Senin 27 Desember.
"Abu Jandal dikenal sebagai tokoh instrumental dalam kesuksesan ISIS mengalahkan kekuasaan pemerintahan Bashar al-Assad di Palmyra, tetapi dia juga otak penggunakan senjata bom bunuh diri, ledakan dan senjata kimia terhadap pasukan demokratik Suriah (SDF)," pernyataan pihak CENTCOM, seperti dikutip Middle East Monitor, Kamis (29/12/2016).
SDF adalah organisasi yang dikendalikan oleh militan sayap kiri Kurddi seperti YPG dan YPD yang memiliki kaitan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Turki. PKK selama ini dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki, Uni Eropa dan Amerika Serikat.
Meskipun CENTCOM hanya mengonfirmasi tewasnya Abu Jandal, pada awal pekan ini organisasi Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) melaporkan bahwa Abu Jandal sudah lama menjadi pasukan koalisi. Kematian dari Abu Jandal juga dikonfirmasi oleh pendukung ISIS melalui sosial media.
Abu Jandal adalah bagian dari Dewan Perang ISIS dan dianggap sebagai komandan lapangan yang sangat berpengaruh. Setelah kesuksesannya di Palmyra, Abu Jandal beralih ke Raqqa di Tabqa Dam untuk mengusir tentara SDF.
"Kematian dari Abu Jandal akan melemahkan kemampuan ISIS untuk mempertahankan Raqqa dan mencegahnya melakukan operasi eksternal terhadap negara Barat.
Sejak awal 2015, ISIS dihadapkan pada rangkaian kekalahan. Mereka pun terus kehilangan wilayah kekuasaan di Suriah dan Irak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News