Mantan pemimpin militer Israel Benny Gantz. (Foto: AFP)
Mantan pemimpin militer Israel Benny Gantz. (Foto: AFP)

Partai Arab Israel Dukung Gantz Jadi Perdana Menteri

Internasional israel pemilu israel
Willy Haryono • 23 September 2019 06:25
Tel Aviv: Sejumlah partai Arab Israel mendukung mantan pemimpin militer Benny Gantz untuk menjadi perdana menteri usai berlangsungnya pemilihan umum pekan kemarin. Dukungan dilayangkan kepada Gantz untuk mencegah petahana Benjamin Netanyahu membentuk pemerintahan baru.
 
Langkah dramatis tersebut terjadi setelah aliansi Daftar Gabungan Arab meraih 13 kursi dalam hasil penghitungan sementara pemilu Israel. Raihan itu membuat aliansi Arab menjadi kekuatan terbesar ketuga di parlemen Israel yang memiliki total 120 kursi.
 
Saat mengumumkan keputusannya, kepala aliansi Ayman Odeh menegaskan bahwa ini bukan bentuk dukungan terhadap kebijakan Gantz, melainkan demi mendepak Netanyahu yang merupakan PM terlama di Israel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama ini, Netanyahu berulang kali dituduh sering menggunakan retorika dan tindakan yang dinilai rasis terhadap etnis Arab di Israel.
 
"Kami seperti menjadi etnis yang tidak sah dalam dunia perpolitikan di era Netanyahu," kata Odeh kepada Presiden Israel Reuven Rivlin saat mengumumkan dukungannya terhadap Gantz.
 
"Saat ini kami merekomendasikan Benny Gantz untuk membentuk pemerintahan baru," lanjutnya, dikutip dari laman AFP, Minggu 22 September 2019.
 
Ahmad Tibi, salah satu anggota parlemen Israel dari etnis Arab, mengatakan bahwa pihaknya "akan melakukan apapun demi menyingkirkan Netanyahu."
 
Ini merupakan kali pertama sejumlah partai mayoritas etnis Arab mendukung seorang kandidat untuk menjadi PM Israel sejak 1992. Dukungan aliansi Arab di Israel terakhir kali diberikan untuk Yitzhak Rabin, yang menandatangani perjanjian Oslo bersama Palestina.
 
Meski telah memberikan dukungan, aliansi Arab belum bisa dipastikan dapat mendepak Netanyahu. Rivlin, yang menggelar sesi konsultasi dengan berbagai partai, meyakini baik Netanyahu dengan partai Likud dan Gantz bersama Blue and White Party sebaiknya hadir bersama dalam sebuah koalisi.
 
Sejumlah pengamat berspekulasi Rivlin mungkin akan menyatukan Netanyahu dan Gantz untuk mengeksplorasi opsi membentuk pemerintahan bersatu.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif