Kematian Jamal Khashoggi

Media Turki Sebut Jasad Khashoggi Dibuang ke Got

Willy Haryono 10 November 2018 18:14 WIB
arab sauditurkiJamal Khashoggi
Media Turki Sebut Jasad Khashoggi Dibuang ke Got
Hatice Cenghiz, memberikan pernyataan dalam acara mengenang kematian tunangannya, Jamal Khashoggi, di Washington DC, AS, 2 November 2018. (Foto: AFP/JIM WATSON)
Ankara: Surat kabar Turki Daily Sabah melaporkan, Sabtu 10 November 2018, bahwa jasad jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi dibuang ke got usai sebelumnya dilarutkan dengan cairan asam. Khashoggi tewas dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Menurut Daily Sabah, sampel dari saluran air di gedung konsulat Istanbul menunjukkan sisa-sisa cairan asam. Jejak ini membuat tim investigator Turki meyakini Khashoggi dibuang ke got melalui saluran air dalam bentuk cairan.

Khashoggi terakhir terlihat saat memasuki konsulat untuk mendapatkan dokumen perceraian agar dapat menikah dengan tunangannya. Awalnya Saudi membantah Khashoggi telah dibunuh, namun akhirnya mengakui usai mendapat tekanan internasional.


Saudi menangkap belasan orang terkait pembunuhan tersebut, namun jasad Khashoggi belum ditemukan hingga kini. Pernyataan resmi Saudi menyebut Khashoggi tewas usai sempat berkelahi dengan sejumlah orang di dalam konsulat.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tak memercayai begitu saja penjelasan Saudi. Menurutnya, perintah pembunuhan Khashoggi datang dari "level tertinggi" di Arab Saudi.

Baca: Erdogan Tuduh Saudi di Balik Pembunuhan Khashoggi

Yasin Aktay, seorang penasihat Erdogan, pernah menduga jasad Khashoggi dihancurkan dengan cairan asam. Senin kemarin, seorang pejabat Turki menyebut Arab Saudi telah mengirim dua pakar ke Istanbul untuk menutup-nutupi bukti yang mungkin masih tersisa terkait pembunuhan Khashoggi.

Kamis kemarin, tunangan Khashoggi Hatice Cengiz mengungkapkan perasaannya via Twitter. "Saya tidak bisa mengekspresikan kesedihan saya usai mendengar bahwa tubuhmu telah dilarutkan, Jamal," ungkap Cengiz.

"Mereka membunuh dan memotong-motong tubuhnya, membuat saya dan keluargamu tidak dapat melakukan pemakaman dan menguburkanmu di Madinah," lanjut dia.

Seorang pejabat Turki pekan ini mengonfirmasi laporan Daily Sabah bahwa pakar kimia Ahmad Abdulaziz al-Janobi dan ahli toksikologi Khaled Yahya al-Zahrani merupakan bagian dari tim yang dikirim Arab Saudi ke Turki terkait Khashoggi. Daily Sabah menyebut dua orang itu masuk ke konsulat di Istanbul setiap hari dari 11 hingga 17 Oktober.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id