Tokoh oposisi Kenya Miguna Miguna berulangkali dilarang masuk ke negaranya (Foto: AFP).
Tokoh oposisi Kenya Miguna Miguna berulangkali dilarang masuk ke negaranya (Foto: AFP).

Tokoh Oposisi Kenya Kembali Dideportasi

Internasional kenya
Arpan Rahman • 29 Maret 2018 20:09
Nairobi: Tokoh oposisi Kenya, Miguna Miguna, sekali lagi dideportasi dari negara itu di tengah sengketa yang sedang berlangsung mengenai status kewarganegaraannya.
 
Dilansir BBC, Kamis 29 Maret 2018, deportasi ini bertentangan dengan putusan pengadilan ganda yang memenangkannya.
 
Sebelumnya, Rabu 28 Maret, pengadilan menyidangkan para pejabat tinggi dalam kasus penghinaan pengadilan karena gagal mematuhi perintah guna membebaskannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengacara Miguna menegaskan dia telah meninggalkan negara itu dengan penerbangan Emirates dari bandara Nairobi. Di mana dia telah ditahan sejak Senin.
 
Dia diketahui sedang dalam penerbangan ke Dubai. Tokoh dan pengacara oposisi yang vokal tersebut ditahan sesudah mencoba masuk kembali ke negara itu dari Kanada. Di sana dia dideportasi, bulan lalu.
 
Hakim Pengadilan Tinggi Kenya George Odunga mengatakan menteri dalam negeri negara itu, kepala polisi, dan kepala imigrasi berarti menghina pengadilan jika mereka gagal membebaskannya dari tahanan.
 
Para pejabat Kenya sebelumnya telah mendeportasi dia menyusul perannya dalam pelantikan palsu pemimpin oposisi Raila Odinga sebagai "presiden rakyat".
 
Mereka katakan bahwa Miguna tidak memiliki kewarganegaraan Kenya. Tetapi hanya kewarganegaraan Kanada.
 
Odinga kehilangan suara pemilihan pada Agustus, tahun lalu, yang kemudian dibatalkan karena "ketidakberesan".
 
Dia kemudian memboikot pemungutan suara ulang, mengatakan itu akan dicurangi untuk mendukung Presiden Uhuru Kenyatta.
 
Awal bulan ini, kedua pemimpin politik itu muncul dalam sebuah pidato televisi yang mengejutkan bersama. Mereka berjanji memulai proses rekonsiliasi setelah pemungutan suara dan sesudahnya.
 
Miguna mengatakan kepada Focus BBC mengenai Afrika sebelumnya, Selasa 27 Maret, bahwa ia ditahan di toilet, dan keluarganya telah ditolak akses untuk melihatnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif