Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir  (Foto:Medcom.id/Sonya)
Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir (Foto:Medcom.id/Sonya)

Pendanaan Jadi Tantangan Besar Operasi Perdamaian PBB

Internasional indonesia-pbb
Marcheilla Ariesta • 26 Juni 2019 19:26
Jakarta: Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir mengatakan pendanaan operasi perdamaian menjadi salah satu tantangan terbesar. Menurut dia, tantangan ini harus dicarikan solusinya, tak hanya oleh Indonesia tapi komunitas internasional.
 
"Ini sudah saya sampaikan, bahwa pendanaan memang menjadi salah satu tantangan terbesar untuk operasi perdamaian. Pertanyaan ini tak hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk masyarakat Internasional," tutur Fachir, di Jakarta, Rabu, 26 Juni 2019.
 
Dia menambahkan sebenarnya dana dari Amerika Serikat (AS) sangat diperlukan untuk pendanaan operasi keamanan. "AS memiliki perjanjian, dan saat yang sama kami membutuhkan komitmen AS," imbuh dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dana tahunan untuk pendanaan operasi perdamaian sebesar USD6,8 triliun atau sebesar Rp96,2 triliun. Menurut Fachir, dana itu delapan kali lebih murah dibanding misi unilateral.
 
"Gambaran multilateralisme merupakan yang terbaik," ungkapnya.
 
Tantangan selanjutnya adalah dukungan politik dari negara konflik. Begitu pula dengan proteksi terhadap para personel Penjaga Perdamaian itu sendiri.
 
Karenanya Wamenlu Fachir menegaskan bahwa kualitas personel harus ditingkatkan. Dia menuturkan empat usulan untuk meningkatkan kualitas para personel.
 
Pertama adalah mode pelatihan inovatif yang dirancang khusus. Kedua, penguasaan persenjataan dan teknologi canggih.
 
Langkah ketiga adalah meningkatkan profesionalisme dan patuh pada kode etik. Sementara usulan terakhir adalah peran perempuan yang ditingkatkan dalam misi perdamaian.
 

(WAH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif