Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat ditemui Wapres AS Mike Pence. Foto: Xinhua
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat ditemui Wapres AS Mike Pence. Foto: Xinhua

Turki Sepakat Gencatan Senjata Lima Hari

Internasional Turki serang Kurdi
Fajar Nugraha • 18 Oktober 2019 08:50
Ankara: Amerika Serikat dan Turki pada Kamis mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata lima hari dan pembentukan zona aman di Suriah utara. Pasukan Turki telah berperang melawan milisi Kurdi, menyusul pembicaraan antara kedua pihak di ibu kota Turki, Ankara.
 
"Operasi militer Turki akan berhenti selama 120 jam," Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence mengatakan pada konferensi pers setelah pertemuan tertutup dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
 
Menurut Pence, milisi Kurdi yang dikenal sebagai Unit Perlindungan Rakyat (YPG) telah mulai menarik diri dari zona aman yang direncanakan. Rencananya zona itu memiliki luas hingga 32 kilometer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Turki akan mengakhiri operasi di Suriah utara hanya setelah teroris YPG dan PKK meninggalkan daerah itu," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada konferensi pers di Ankara, seperti dikutip Xinhua, Jumat, 18 Oktober 2019.
 
Ankara melihat YPG sebagai cabang Suriah dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang dilarang untuk perjuangan bersenjata melawan negara Turki selama tiga dekade terakhir. Sementara Washington menggunakan pejuang Kurdi sebagai pasukan darat melawan militan Negara Islam.
 
"Ini bukan gencatan senjata," Cavusoglu menekankan, mengatakan gencatan senjata hanya dapat terjadi antara dua sisi yang sah.
 
“Kesepakatan yang dicapai antara delegasi Amerika Serikat dan Turki tidak hanya mencakup penarikan YPG tetapi juga menyita senjata mereka dan benteng serta posisi mereka dibongkar," kata menteri.
 
Pence mengatakan, begitu gencatan senjata diberlakukan, Amerika Serikat akan mencabut sanksi yang dijatuhkan pada Turki sebagai tanggapan atas peluncuran operasi militer lintas batas Ankara terhadap milisi Kurdi pada 9 Oktober.
 
Turki berusaha untuk membersihkan milisi Kurdi dari perbatasannya untuk zona aman untuk menampung para pengungsi Suriah yang berlindung di tanahnya dengan meluncurkan apa yang disebut Operasi Mata Air Perdamaian di Suriah utara. Ini adalah operasi yang ketiga dari jenisnya selama bertahun-tahun, tetapi telah memicu kecaman dari berbagai belahan dunia termasuk negara-negara Arab dan Eropa.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif