Seorang muslim Uighur berada di depan sebuah masjid di Xinjiang, Tiongkok. (Foto: AFP)
Seorang muslim Uighur berada di depan sebuah masjid di Xinjiang, Tiongkok. (Foto: AFP)

Peneliti Sebut Ribuan lebih Etnis Uighur Ditahan bukan karena Kejahatan

M Rodhi Aulia • 06 Juli 2022 19:04
Jakarta: Peneliti HAM asal Jerman, Adrian Zenz menyebut ribuan lebih warga etnis Uighur ditahan kepolisian Xinjiang, Tiongkok. Penahanan ini diduga bukan karena aksi kejahatan yang telah dilakukan etnis tersebut.
 
Adrian menerima File Polisi Xinjiang dari sumber yang tidak disebutkan namanya. Dari file dengan label dokumen rahasia itu membuat Adrian menduga warga Uighur ditahan karena hal lain di luar kejahatan.
 
“Mungkin lebih dari 2.800 orang yang kami lihat di File Polisi Xinjiang ditahan karena jejaring sosial mereka, bukan karena kejahatan apa pun yang mereka lakukan,” kata Adrian Zenz seperti dilansir dari RFA, Rabu 6 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada file yang didapatkan Adrian itu juga terdapat pidato internal sejumlah petinggi Partai Komunis Tiongkok. Di antaranya Sekretaris Partai Komunis Tiongkok dari XUAR, Chen Quanguo, di Bulan Mei 2017, Agustus 2016 hingga Desember 2021.
 
Chen mengatakan tindakan keras pemerintah di Xinjiang bukanlah tindakan membasmi penjahat melainkan “perang kepunahan”. Chen mengaku khawatir dengan eksistensi etnis Uighur sehingga mereka melakukan langkah tersebut.
 
Seorang analis politik yang berbasis di Amerika Serikat dan wakil ketua komite eksekutif Kongres Uighur Dunia, Ilahat Hassan Kokbore, turut menyesalkan penahanan sewenang-wenang skala besar terhadap warga Uighur. Ilahat menilai pemerintah setempat telah menjadikan etnis Uighur sebagai musuh negara.
 
Ilahat juga mengomentari langkah pihak Chen 'mendidik' sejumlah anak warga etnis Uighur dengan dalih penciptaan stabilitas jangka panjang. Justru kata Ilahat, 'didikan' pihak Chen justru malah menghancurkan masyarakat Uighur.
 
Lebih lanjut, laporan kredibel dan terdokumentasi dengan baik telah banyak dirilis kelompok pegiat HAM. Laporan itu tentang penahanan sekitar 1,8 juta orang Uighur dan minoritas Turki lainnya di Xinjiang dan berbagai bentuk pelanggaran HAM lainnya.
 
Hal itu seperti diskriminasi, pembatasan budaya dan kebebasan beragama, penyiksaan, kekerasan seksual, serta kerja paksa.
 


 
(DHI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif