Warga berlindung dari serangan udara koalisi Arab Saudi di Yaman. (Foto: AFP).
Warga berlindung dari serangan udara koalisi Arab Saudi di Yaman. (Foto: AFP).

Anak-anak Tewas dalam Serangan Koalisi Saudi di Yaman

Internasional konflik yaman krisis yaman
Arpan Rahman • 17 Mei 2019 16:26
Sanaa: Sedikitnya enam orang, termasuk empat anak-anak, tewas dalam serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di ibu kota Yaman, Sanaa.
 
Disitir dari laman Sky News, Kamis 16 Mei 2019, kementerian kesehatan yang dikendalikan pemberontak mengatakan 41 orang juga terluka, termasuk dua wanita berkebangsaan Rusia.
 
Asap mengepul dari puing-puing beberapa rumah setelah serangan di lingkungan al-Raqas, Sanaa, pada Kamis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Warga Sanaa, Ahmed al-Kori, mengatakan dia dan seluruh keluarganya terdiri enam orang terbangun karena pengeboman itu dan mendapati diri mereka tertutup puing-puing.
 
"Kami tidak tahu bagaimana kami menyentuh tanah," kata al-Kori, disitat dari laman Sky News.
 
“Debu, pecahan kaca, logam, dan puing berserakan di jalanan dan mobil-mobil terselimuti debu diparkir di lingkungan itu,” imbuhnya.
 
Sementara warga mati-matian menggali reruntuhan dan menyekop tanah buat menemukan orang yang selamat.
 
Anak-anak Tewas dalam Serangan Koalisi Saudi di Yaman
Asap mengepul akibat serangan udara Arab Saudi di Yaman. (Foto: AFP).
 

Rangkaian serangan udara itu terjadi dua hari setelah pemberontak Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan pesawat tak berawak terhadap pipa minyak kritis di Arab Saudi, seteru terbesar Teheran di wilayah tersebut.
 
Serangan pesawat tak berawak itu menyusul serangan sabotase misterius terhadap kapal tanker di Teluk Persia.
 
Di tengah meningkatnya ketegangan, Amerika Serikat mengatakan akan mengirim kapal induk dan pasukan lainnya ke Timur Tengah karena apa yang dikatakannya berupa ancaman Iran. Sementara Teheran menyebut kehadiran militer AS sebagai target daripada ancaman.
 
Pada Senin, pemberontak Houthi mengaku telah memulai penarikan yang lama ditunggu-tunggu dari pelabuhan-pelabuhan utama di Yaman. Penarikan terjadi sesudah pembicaraan damai untuk mengakhiri perang saudara empat tahun yang telah mengadu Houthi melawan pemerintah Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi, yang didukung oleh koalisi Saudi.
 
Konflik telah merenggut nyawa lebih dari 70.000 orang, termasuk para kombatan, dan mendorong populasi miskin negara itu ke ambang kelaparan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif