Seorang warga membawa anaknya untuk diimunisasi di sebuah rumah sakit di Apia, Samoa, 4 Desember 2019. (Foto: AFP/UNICEF/ALLAN STEPHEN)
Seorang warga membawa anaknya untuk diimunisasi di sebuah rumah sakit di Apia, Samoa, 4 Desember 2019. (Foto: AFP/UNICEF/ALLAN STEPHEN)

Bertambah Lagi, Korban Campak di Samoa 70 Orang

Internasional campak
Willy Haryono • 09 Desember 2019 12:38
Apia: Wabah campak berlanjut di Samoa. Data terbaru per hari Senin 9 Desember 2019 menunjukkan bahwa korban tewas campak di negara tersebut mencapai 70 orang -- sebagian besar anak-anak.
 
Data resmi Pemerintah Samoa memperlihatkan adanya 112 kasus baru campak dalam 24 jam terakhir per pagi ini. Kasus campak terus bertambah meski Samoa sempat menghentikan banyak aktivitas selama dua hari demi menjalankan program imunisasi.
 
Pemerintah Samoa mengklaim tim vaksinasi telah berhasil memastikan bahwa 90 persen dari total populasi 200 ribu jiwa telah diimunisasi. Saat wabah campak bermula di Samoa pada pertengahan Oktober, angka rata-rata yang diimunisasi baru 30 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski program imunisasi dinilai sukses, vaksin campak membutuhkan waktu antara 10 hingga 14 hari untuk berfungsi dengan baik. Ini artinya, masih terlalu dini jika wabah campak di Samoa telah berhasil dikendalikan.
 
Total kasus campak di Samoa mencapai 4.693, dengan 229 di antaranya dirawat di rumah sakit. Dari total 229, 16 di antaranya adalah anak-anak yang dalam status kritis.
 
Balita adalah kelompok paling rentan terhadap campak, yang biasanya menimbulkan ruam dan demam. Dalam beberapa kasus, campak dapat berujung kerusakan otak dan kematian.
 
Dari total 70 korban tewas, 61 di antaranya adalah anak-anak usia empat tahun ke bawah.
 
Otoritas Samoa menyalahkan kelompok anti-vaksin yang menyebarkan teori konspirasi dan hoaks mengenai campak. Kelompok ini dinilai bertanggung jawab atas rendahnya tingkat imunisasi campak di Samoa.
 
Di beberapa negara Pasifik lainnya, termasuk Tonga, Fiji dan American Samoa, wabah campak lebih mudah ditanggulangi karena tingginya angka imunisasi. Sejauh ini tidak ada laporan kematian akibat campak dari ketiga negara tersebut.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif