Dilansir dari Reuters, Niyonkuru diserang saat sedang pulang ke rumahnya di Bujumbura. Empat orang telah ditangkap atas insiden ini dan dimintai keterangan.
Empat orang yang ditangkap antara lain pemilik bar yang kerap didatangi Niyonkuru, dua penjaga keamanan di rumah Niyonkuru, dan seorang wanita yang saat itu tengah bersama menteri saat terbunuh.
Presiden Pierre Nkurunziza menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut. "Turut berduka untuk keluarganya dan semua warga Burundi," kata Nkurunziza, seperti dikutip Reuters.
Dalam dua tahun terakhir, aksi unjuk rasa yang selalu berakhir ricuh terjadi setelah Nkurunziza menyatakan bakal menjabat sebagai presiden hingga periode ketiga. Oposisi menilai, langkah itu melanggar undang-undang dan kesepakatan damai yang mengakhiri konlik antar-etnies.
Sejak saat itu, sebanyak 450 orang tewas dalam bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Insiden ini dikhawatirkan bakal memicu unjuk rasa yang lebih luas, dan dikhawatirkan peristiwa pembantaian Rwanda pada 1994 terulang kembali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News