Minum Air Garam, Delapan Badak Hitam Langka Mati
Semua badak hitam yang tersisa di dunia hidup di benua Afrika. (Foto: AFP)
Nairobi: Delapan gajah hitam yang terancam punah mati saat dipindahkan dari ibu kota Kenya ke sebuah penangkaran hewan liar. 

Pemerintah Kenya menyebut, delapan hewan langka itu mati usai meminum air dengan konsentrasi garam yang cukup tinggi. Delapan hewan itu termasuk dari 14 badak hitam yang dipindahkan dari Taman Nasional Nairobi ke penangkaran Tsavo East.

Tim dokter dari Agensi Hewan Liar Kenya meyakini semakin badak hitam itu meminum air, maka akan semakin merasa haus. Alhasil, para badak pun mengalami keracunan garam.


Investigasi independen sedang dijalankan untuk mengonfirmasi penyebab pasti kematian.

"Pasti ada sesuatu yang salah, dan kami ingin mengetahuinya," ujar pakar satwa Paula Kahumbu kepada kantor berita AFP, Jumat 13 Juli 2018.

Relokasi hewan terancam punah meliputi prosedur pembiusan, dan membangunkannya saat tiba di lokasi. Proses ini disebut dengan translokasi. Agensi Konservasi WWF menilai proses semacam itu "sangat menantang."

"Badak hitam berada di bawah ancaman berat, jadi upaya seperti translokasi adalah sesuatu yang sangat krusial bagi generasi mendatang," ungkap agensi tersebut.

Sembilan badak dibunuh di Kenya tahun lalu. Sementara Maret lalu, satu-satunya badak putih jantan yang masih tersisa di dunia, mati akibat kondisi kesehatan yang buruk.

Saat ini diestimasi ada kurang dari 5.500 badak hitam di seluruh dunia: semua dari mereka ada di Afrika, dengan 750 di antaranya hidup di Kenya.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id