Selat Hormuz. (ist)
Selat Hormuz. (ist)

Tak Hanya Tutup Selat Hormuz, Iran Ancam Serang Setiap Kapal yang Melintas

Adri Prima • 11 Juni 2026 19:59
Ringkasnya gini..
  • Ketegangan antara Iran dan AS kembali memuncak. Imbasnya, Iran kembali berencana untuk menutup total Selat Hormuz.
  • Otoritas militer Iran bahkan mengancam akan menargetkan setiap kapal yang melintas di jalur pelayaran strategis tersebut.
  • Keputusan tersebut berpotensi memicu gangguan terhadap perdagangan global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak.
Jakarta: Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak karena buntunya negosiasi damai. Imbasnya, Iran kembali berencana untuk menutup total Selat Hormuz.
 
Otoritas militer Iran bahkan mengancam akan menargetkan setiap kapal yang melintas di jalur pelayaran strategis tersebut.
 
Pernyataan itu disampaikan Komando Khatam al-Anbiya sebagai respons atas memanasnya konflik dengan AS.

"Seluruh lalu lintas kapal yang melintasi Selat Hormuz akan menjadi target. Selat Hormuz kini ditutup sepenuhnya untuk semua jenis kapal," demikian pernyataan resmi militer Iran sebagaimana dikutip dari kantor berita Tasnim.
 
Keputusan tersebut berpotensi memicu gangguan besar terhadap perdagangan global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dan gas dunia. Sebelumnya, Iran mengklaim telah menyerang dua kapal yang disebut mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa izin. Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan yang berlaku di wilayah perairan mereka.
 
"Dua kapal yang berusaha melintas secara ilegal di Selat Hormuz telah dihantam," lapor televisi pemerintah IRIB dan kantor berita Mehr, mengutip sumber dari Angkatan Laut Garda Revolusi.
 
Militer Iran juga memperingatkan seluruh kapal yang berada di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman untuk tidak mendekati Selat Hormuz maupun meninggalkan area labuh.
 
"Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai bentuk kerja sama dengan musuh," tegas otoritas militer Iran.
 
Langkah Teheran ini terjadi sehari setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di selatan Iran pada Rabu, 10 Juni 2026.
 
Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz akan tetap berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut. Teheran menegaskan keputusan tersebut bergantung pada perkembangan situasi keamanan serta penghentian tindakan yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan