Media Iran melaporkan wilayah Sirik, Pulau Qeshm, dan Minab di Provinsi Hormozgan menjadi sasaran serangan yang diduga dilakukan oleh pesawat tempur AS. Sedikitnya enam ledakan terdengar di kawasan yang menjadi target operasi tersebut.
| Baca juga: Donald Trump Minta Iran Hentikan Serangan Rudal ke Israel dan Kembali Berunding |
Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi sebuah proyektil menghantam Kota Sirik. Selain itu, sejumlah proyektil lainnya dilaporkan jatuh di Pulau Qeshm. Hingga kini, otoritas setempat belum merinci tingkat kerusakan maupun kemungkinan adanya korban akibat insiden tersebut.
Sebagai respons atas serangan itu, Iran mengaktifkan sistem pertahanan udaranya di sejumlah wilayah penting, termasuk Bandar Abbas, Qeshm, dan Sirik. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan di kawasan selatan negara tersebut.
Laporan lain dari media Iran menyebutkan ledakan juga terjadi di sejumlah titik berbeda. Sedikitnya empat ledakan dilaporkan mengguncang kawasan Pelabuhan Jask, sementara satu ledakan lainnya terdengar di pinggiran Bandar Abbas.
Perkembangan terbaru ini menandai meningkatnya eskalasi antara Washington dan Teheran yang dalam beberapa waktu terakhir terus diwarnai ketegangan militer dan politik.
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pihaknya telah memulai operasi militer yang disebut sebagai tindakan pertahanan diri terhadap Iran. Menurut pernyataan CENTCOM, operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas insiden yang menyebabkan jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS sebelumnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran maupun otoritas Amerika Serikat terkait skala operasi, jumlah target yang diserang, maupun dampak keseluruhan dari serangan tersebut.
Pengamat menilai situasi ini berpotensi meningkatkan ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang selama ini menjadi salah satu wilayah paling sensitif terhadap konflik bersenjata dan memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas pasar energi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News