Indonesia Perkuat Hubungan Ekonomi dengan Burundi
Dubes Pardede (dua kanan) berbincang-bincang dengan para mitra di Burundi, 22-24 November 2018. (Foto: KBRI Dar es Salaam)
Bujumbura: Upaya memperkuat kehadiran Indonesia di kawasan Afrika Timur terus dilakukan KBRI Dar es Salaam. Hal ini diakukan melalui kunjungan Prof. Ratlan Pardede, Dubes RI untuk Burundi berkedudukan di Dar es Salaam dengan mengunjungi Bujumbura dari tanggal 22 hingga 24 November 2018.

Lawatan Dubes Pardede ke Bujumbura bertujuan meningkatkan hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Burundi di bidang perdagangan, investasi dan kerja sama pembangunan infrastruktur.

"Kunjungan kerja ke Burundi bertujuan untuk menjaga hubungan baik sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan salah satu negara mitra Indonesia di kawasan Afrika Timur” jelas Dubes Pardede, dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id.

Selama berada di Bujumbura, Dubes Pardede telah melakukan pertemuan dengan pihak pemerintah dan komunitas pengusaha Burundi. Beberapa di antaranya adalah Menteri Perdagangan, Industri dan Pariwisata, Menteri Transportasi, Asisten Menteri Luar Negeri, Permanent Secretary Menteri Energi dan Pertambangan dan Ketua Kadin Burundi.

Kehadiran wakil Indonesia ke Burundi memberikan dukungan moral kepada negara yang sedang berusaha membangun kembali perekonomiannya.

"Indonesia merupakan saudara bagi Burundi yang memiliki tempat khusus dalam upaya memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara baik di bidang ekonomi maupun politik," ujar Dubes Bernard Ntamiraja, Asisten Menteri Luar Negeri Burundi.

Selama berada di Burundi, Dubes Pardede melakukan pembicaraan dengan mitranya di bidang perdagangan mengenai upaya memperkuat hubungan perdagangan, mengingat masih kecilnya nilai perdagangan kedua negara. 

Jean-Marie Niyokindi, Menteri Perdagangan, Industri dan Pariwisata sependapat dengan Dubes Pardede mengenai perlunya memanfaatkan potensi yang dimiliki kedua negara. Secara Pribadi,  Mendag Niyokindi juga mendukung upaya Indonesia untuk meningkatkan hubungan dagang dengan negara-negara di kawasan Afrika melalui pembentukan preferential trade agreement dengan East African Community (EAC).

Selain itu, Dubes Pardede juga melakukan upaya penjajakan dan pemetaan potensi kerja sama di bidang pembangunan infrastruktur dan pertambangan.

Jean Bosco Ntunzwenimana, Menteri Transportasi dan Pekerjaan Umum Burundi, menyambut baik upaya yang dilakukan Indonesia dalam mengidentifikasi keberadaan proyek infrastruktur di Burundi. Menteri Ntunzwenimana menyampaikan akan menyampaikan proyek yang terdapat di Burundi kepada pihak Indonesia untuk memperoleh tanggapan lebih lanjut.

Sementara itu, Suleiman Khamis, Permanent Secretary Kementerian Energi dan Pertambangan, mengundang perusahaan Indonesia untuk dapat melakukan operasi penambangan emas di Burundi. Pada tahap awal, bilamana tertarik, perusahaan Indonesia dapat melakukan kunjungan lapangan terlebih dahulu ke Burundi.

Besarnya ruang untuk meningkatkan hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Burundi juga diamini oleh pengusaha Burundi. 

"Kunjungan Dubes RI ke Bujumbura telah semakin membuka mata dan kesempatan bagi pengusaha baik di Indonesia maupun Burundi untuk bersama-sama memanfaatkan potensi yang terdapat dari kedua negara," kata Mr. Audace Nayizeye, Ketua Kadin Burundi.

Burundi merupakan negara di Afrika dengan jumlah penduduk sekitar 11 juta jiwa yang sejak tahun 1990-an dilanda konflik politik. Hal ini mengakibatkan terbengkalainya pembangunan ekonomi negara tersebut.

Seajuh ini, produk Indonesia yang telah memasuki Burundi antara lain minyak goreng, sabun, suku cadang kendaraan, karet dan produk farmasi. 

Untuk semakin memperkuat dan mempercepat penetrasi produk Indonesia ke Burundi, saat ini RI menjajaki penunjukkan Konsul Kehormatan Indonesia untuk Burundi.

(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id