Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: AFP)
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: AFP)

Rusia, Turki, dan Tiongkok Dukung Maduro

Internasional amerika serikat venezuela as-venezuela
Sonya Michaella • 25 Januari 2019 10:34
Moskow: Rusia, Tiongkok dan Turki kompak mengkritik dan mengecam Amerika Serikat (AS) atas pengakuannya terhadap pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido.
 
Negara-negara tersebut bersatu mengeluarkan pernyataan dukungan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
 
Sebaliknya, AS tak sendiri. Inggris, Kanada, Brasil, Kosta Rika, Argentina, Peru, Kolombia, Ekuador, Chile dan Spanyol serta Organisasi Negara-Negara Amerika beramai-ramai mengakui posisi Guaido.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami memperingatkan semua pihak, tak hanya AS, terkait isu ini," kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, dikutip dari CNN, Jumat 25 Januari 2019.
 
Baca:Maduro Tuduh AS Berusaha Lakukan Kudeta
 
"Perebutan kekuatan militer akan menjadi bencana besar. Itu akan menjadi pukulan bagi sistem internasional. Kita menghadapi skenario yang mungkin mengarah pada pertumpahan darah lebih lanjut di Venezuela," lanjutnya.
 
Sebelumnya, pada hari Rabu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa dirinya mendukung Maduro. Pernyataan ini disampaikan Erdogan kepada Maduro melalui sambungan telepon.
 
Juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalim juga menegaskan bahwa Turki akan mempertahankan sikap dan prinsipnya terhadap semua upaya kudeta.
 
Sementara itu, Tiongkok juga menyatakan dukungannya terhadap Maduro dengan menyebut pemerintah berhak mempertahankan kemerdekaan dan stabilitas kedaulatan nasional.
 
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mengatakan, Tiongkok berharap semua partai-partai di Venezuela menghormati sistem konstitusi dan menyelesaikan permasalahan melalui dialog.
 
Baca:Ribuan Warga Venezuela Demo Minta Maduro Mundur
 
"Kami berharap Venezuela dan AS bisa saling menghormati dan tidak saling campur tangan dalam urusan internal masing-masing negara," ucap Hua.
 
"Semua pihak menentang keras intervensi militer di Venezuela. Sanksi eksternal dan intervensi biasanya hanya memperumit situasi," ungkapnya.
 
Saat ini, staf kedubes AS di Caracas pun satu persatu angkat kaki dari kota tersebut. Sebaliknya, Venezuela memutuskan untuk menutup kedubes dan konsulatnya yang berada di AS, sehari setelah pemutusan hubungan diplomatik.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif