Warga Iran yang melakukan protes kenaikan harga BBM. Foto: AFP
Warga Iran yang melakukan protes kenaikan harga BBM. Foto: AFP

Garda Revolusi Iran Puji Ketegasan Tentara Terhadap Pedemo

Internasional iran
Medcom • 22 November 2019 07:14
Teheran: Garda Revolusi Iran memuji pihak berwenang yang mengambil tindakan ‘cekatan’ terhadap aksi para pedemo. Pihak Garda mengatakan ketenangan telah kembali setelah berhari-hari kerusuhan dipicu oleh kenaikan harga bensin.
 
Protes kenaikan BBM meletus di seluruh negara yang terkena sanksi pada 15 November, dalam beberapa jam setelah dinaikkan sebanyak 200 persen.
 
Pengemudi memblokir jalan raya di Teheran sebelum kerusuhan menyebar ke kota-kota di seluruh negeri, dengan membakar pompa bensin, menyerang kantor polisi, dan menjarah toko-toko di pinggiran kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Insiden, besar dan kecil, yang disebabkan oleh kenaikan harga bensin terjadi di 100 kota di Iran," kata sebuah pernyataan di situs resmi pasukan keamanan Sepahnews, yang dikutip AFP, Jumat, 22 November 2019.
 
Pengawal mengatakan, insiden itu berakhir dalam waktu kurang dari 24 jam dan di beberapa kota dalam 72 jam. Ini merupakan hasil dari kecekatan angkatan bersenjata dan tindakan penanganan yang tepat.
 
“Penangkapan para pemimpin perusuh memberikan kontribusi yang signifikan untuk menenangkan situasi,” imbuh mereka.
 
Menurut hasil penyelidikan, para pemimpin protes ditangkap oleh pasukan intelijen pengawal di Teheran dan Alborz, serta di Shiraz.
 
Pemadaman internet hampir total tetap berlaku pada Kamis, dengan Iran di luar negeri mencantum tagar seperti #Internet4Iran dan menyerukan diakhirinya pemadaman hingga hari kelima.
 
TV pemerintah Iran belum menayangkan rekaman baru kerusuhan sejak Rabu. Mereka lebih fokus pada demonstrasi pro-pemerintah yang terjadi spontan di beberapa kota.
 
Kantor Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB) mengatakan, mereka khawatir dengan laporan amunisi langsung yang menyebabkan sejumlah besar kematian. Petinggi mengonfirmasi lima kematian, termasuk tiga personil keamanan yang ditikam oleh perusuh.
 
Kelompok HAM PBB yang berpusat di London, Amnesty International, mengatakan lebih dari 100 demonstran ditemukan tewas dan jumlah korban sebenarnya bisa meningkat hingga 200 jiwa.
 
Tingkat pertumpahan darah sepenuhnya sulit dipastikan mengingat pembatasan internet.
 
Perwakilan Iran di PBB membantah korban Amnesty dalam menulis dalam sebuah tweet mengatakan, angka-angka kematian belum dikonfirmasi oleh pemerintah adalah spekulatif. Dalam banyak kasus, Amnesty menurut Iran kerap melontarkan kampanye yang menipu.
 

 

Penulis: Rifqi Akbar
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif