Prajurit Israel melakukan penjagaan di perbatasan Gaza. Foto: AFP
Prajurit Israel melakukan penjagaan di perbatasan Gaza. Foto: AFP

Komandan Pejuang Palestina Tewas Diserang Israel

Internasional palestina israel
Medcom • 12 November 2019 14:52
Gaza: Militer Israel membunuh seorang komandan kelompok pejuang Palestina, Jihad Islam dalam serangan di rumahnya di Jalur Gaza Selasa pagi. Kematiannya memicu serangan balasan tembakan roket.
 
Sayap militer Jihad Islam mengumumkan kematiannya dalam sebuah pernyataan. Israel sendiri mengonfirmasikan bahwa mereka telah menargetkan Baha Abu Al-Ata dalam sebuah serangan. Kelompok itu menambahkan istri Ata juga terbunuh.
 
Israel menyalahkan Ata atas serangan roket baru-baru ini ke wilayahnya dan mengatakan sedang mempersiapkan serangan berikutnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut laporan warga Gaza, serangan tersebut menyebabkan tembakan roket sporadis dari Jalur Gaza ke Israel. Namun tidak jelas apakah serangan tersebut menyebabkan kerusakan atau cedera.
 
"Sebuah bangunan tempat pemimpin senior Palestina Baha Abu Al-Ata tinggal telah diserang," kata militer Israel, seperti dikutip AFP, Selasa, 12 November 2019
 
Israel menyebut serangan ini sebagai operasi gabungan antara tentara dan layanan keamanan domestik Shin Bet Israel. Serangan juga mengakibatkan kerusakan akibat ledakan terlihat di rumah Ata di distrik Shejayia, Kota Gaza timur.

Hamas ancam balas dendam


Israel mengatakan Ata ialah dalang di balik tembakan roket ke arah festival musik di Sderot pada Agustus serta serangan roket berikutnya pada awal November.
 
Serangan itu juga menyalahkannya karena berada di balik tembakan oleh penembak jitu dan drone.
 
“Ata bertanggung jawab atas sebagian besar serangan teror pada tahun lalu dari Jalur Gaza," kata militer yang menggambarkannya sebagai ‘bom detak’.
 
Diduga dia sedang mempersiapkan serangan teror langsung dengan berbagai cara terhadap warga sipil Israel dan tentara (Israel) selama beberapa hari terakhir.
 
Serangan itu meningkatkan kemungkinan peningkatan ketegangan antara Israel dan militan Palestina di Gaza yang dipimpin oleh gerakan Islam Hamas. Tiga perang telah terjadi di antara mereka sejak 2008.
 
Jihad Islam adalah kelompok militan paling kuat kedua di Jalur Gaza setelah Hamas, yang bersekutu.
 
Hamas dalam sebuah pernyataan mengancam akan membalas dendam kepada Israel setelah serangan itu.
 
Militer Israel mengatakan telah "mengerahkan pasukan dan bersiap untuk berbagai skenario ofensif dan defensif."
 

 

 
Penulis: Fitri Nur Rizkyani
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif