Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan kelompok tersebut mencoba menciptakan kekacauan. "Mereka mencoba untuk menghancurkan moral rakyat kita dan mengguncang negara kita," tambahnya seperti dikutip BBC, Senin (2/1/2017).
Partai Buruh Kurdistan (PKK) sudah mengelak dari pembunuhan. Pemimpin PKK Murat Karayilan mengatakan, mereka "tidak akan pernah menargetkan warga sipil yang tidak bersalah".
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengonfirmasi "perburuan teroris sedang berlangsung. Polisi telah meluncurkan operasi. "Kami berharap penyerang segera ditangkap," tegasnya.
Selagi pencarian terus berjalan, diadakan pemakaman pertama dari para korban yang tewas di klub malam. Di antara 39 orang yang tewas, 15 orang adalah warga negara asing, seperti warga negara asal Israel, Prancis, Tunisia, Lebanon, Kanada, India, Belgia, Yordania, dan Arab Saudi.
"Setidaknya 69 orang dirawat di rumah sakit, tiga korban dalam kondisi serius," kata para pejabat.
Penyerang tak dikenal menembaki orang di klub malam Reina, dini hari Minggu 1 Januari, sebelum melarikan diri di tengah kekacauan terus menghilang dalam kegelapan.
Motif serangan itu tidak jelas, tetapi kecurigaan telah jatuh pada kelompok militan Islamic State (ISIS), yang terkait dengan setidaknya dua serangan teror di Turki, tahun lalu.
Istanbul sudah bersiaga tinggi dengan sebanyak 17.000 petugas polisi yang bertugas di kota itu, menyusul rangkaian serangan teror dalam beberapa bulan terakhir.
10 Desember: Serangan bom kembar di luar sebuah stadion sepakbola Istanbul membunuh 44 orang, kelompok militan Kurdi mengklaim bertanggung jawab
20 Agustus: Serangan bom di pesta pernikahan di Gaziantep membunuh setidaknya 30 orang, diduga ulah ISIS
30 Juli: 35 pejuang Kurdi mencoba menyerang pangkalan militer dan dibunuh oleh tentara Turki
28 Juni: Satu serangan bersenjata dan bom atas bandara Ataturk Istanbul membunuh 41 orang, dalam serangan yang dipersalahkan pada gerilyawan ISIS
13 Maret: 37 orang dibunuh oleh militan Kurdi dalam serangan bom mobil bunuh diri di Ankara
17 Februari: 28 orang meninggal dalam serangan terhadap konvoi militer di Ankara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News