Data terbaru Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Kongo (INSP) menunjukkan kasus terus bertambah di tengah upaya penanganan wabah.
Dalam laporan harian yang dirilis Rabu (2/9), INSP mencatat 86 kasus baru dan 57 kematian dalam 24 jam terakhir. Dengan tambahan tersebut, total kasus Ebola mencapai 6.186, sementara angka kematian tercatat 3.007 orang sejak wabah dimulai.
Angka kematian yang telah melampaui 3.000 orang belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Sejumlah dokter dan pekerja kemanusiaan di Provinsi Ituri dan Kivu Utara memperkirakan masih banyak kasus yang tidak tercatat.
Baca Juga :
WHO Tetapkan Ebola Jadi Darurat Kesehatan Global
Tantangan Vaksinasi
Otoritas kesehatan juga menghadapi kendala dalam penanganan varian baru Ebola, yakni Bundibugyo. Hingga kini belum tersedia vaksin maupun pengobatan yang secara khusus mendapat izin untuk varian tersebut.
Meski demikian, vaksin Ebola Ervebo memberikan harapan. Data laboratorium menunjukkan vaksin tersebut berpotensi memberikan perlindungan terhadap penyakit akibat varian baru tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut mempercepat respons dengan mengirimkan bantuan medis. Pada 20 Agustus, WHO melaporkan telah mengirimkan 70 ribu dosis vaksin Ervebo ke Kongo.
Puluhan ribu dosis tersebut diprioritaskan bagi tenaga kesehatan yang berada di garis depan. Vaksin juga akan digunakan dalam uji klinis sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran Ebola di wilayah terdampak.