Peter Tabichi mendapat penghargaan di Dubai, Uni Emirat Arab. (Foto: AFP/Getty Images)
Peter Tabichi mendapat penghargaan di Dubai, Uni Emirat Arab. (Foto: AFP/Getty Images)

Terbaik di Dunia, Guru Sains Kenya Terima Hadiah Rp14 M

Internasional kenya
Arpan Rahman • 25 Maret 2019 14:15
Dubai: Seorang guru mata pelajaran sains dari wilayah pedesaan di Kenya dinobatkan sebagai pengajar terbaik di dunia dan mendapat hadiah uang senilai USD1juta atau setara Rp14 miliar. Selama ini, Peter Tabichi mendonasikan sebagian besar gajinya untuk membantu sejumlah murid kurang mampu.
 
Tabichi, pria 36 tahun yang mengajar matematika serta fisika di sekolah dasar di desa Pwani, meraih penghargaan Varkey Foundation Global Teacher Prize 2019. Penghargaan tersebut diterima Tabichi dalam sebuah acara seremoni di Dubai, Uni Emirat Arab.
 
Sekitar 80 persen dari gaji yang diterima Tabichi diberikan untuk membantu murid kurang mampu di sekolahnya yang juga kekurangan banyak peralatan dan overkapasitas. Bantuan diberikan kepada siswa yang tidak mampu membeli seragam atau buku sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih dari 90 persen murid Tabichi berasal dari keluarga miskin, dan hampir sepertiganya adalah yatim piatu. Untuk mencapai sekolah di desa Pwani, sebagian murid harus berjalan sejauh 7 kilometer di wilayah terpencil Rift Valley.
 
Meski hanya memiliki satu komputer, dengan kecepatan internet seadanya, jumlah guru serta murid 58 berbanding 1, Tabichi pantang menyerah. Dia mengembangkan klub sains di sekolahnya, membantu para siswa mendesain proyek riset yang banyak di antaranya masuk kualifikasi untuk kompetisi level nasional.
 
Sejumlah murid Tabichi ikut serta dalam kompetisi sains internasional dan memenangkan penghargaan dari Royal Society of Chemistry. Penghargaan diterima atas proyek merekayasa tanaman lokal untuk menghasilkan energi listrik.
 
Bersama empat koleganya, Tabichi juga kerap memberikan pelajaran privat kepada beberapa murid, mengunjungi rumah mereka dan bertemu pihak keluarga untuk membicarakan apa saja tantangan yang dihadapi semasa mengenyam pendidikan.
 
"Saya berada di sini karena pencapaian siswa-siswa saya. Hadiah ini memberikan mereka kesempatan. Hadiah ini memberitahu kepada dunia bahwa mereka dapat melakukan apapun," ucap Tabichi saat menerima hadiah.
 
Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, mengapresiasi kerja keras Tabichi selama ini. "Peter, kisah Anda adalah kisah Afrika, sebuah benua muda yang penuh talenta," ungkap Presiden Kenyatta lewat sebuah pesan video.
 
Sunny Varkey, pendiri Varkey Foundation, berharap kisah Tabichi dapat mendorong banyak orang menjadi guru dan menginspirasi banyak pengajar di luar sana. Tabichi menambahkan bahwa pemuda Afrika kini sudah tidak akan lagi pesimistis dalam menyongsong masa depan.
 
"Afrika akan menghasilkan banyak ilmuwan, insyinyur, dan wirausahawan yang namanya akan dikenal di seluruh penjuru dunia. Dan perempuan akan memainkan peranan penting dalam kisah ini," tutur Tabichi.
 
"Saya yakin sains dan teknologi akan memainkan peran penting dalam membuka potensi Afrika," lanjut dia.
 
Tahun lalu, hadiah Varkey Foundation Global Teacher Prize diberikan kepada guru seni dari London, Andria Zafirakou.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif