Habon Mohamed Elmi (kanan) saat bersama dengan Duta Besar RI untuk Ethiopia Al Busyra Basnur (FOTO: Kedutaan Besar RI untuk Ethiopia)
Habon Mohamed Elmi (kanan) saat bersama dengan Duta Besar RI untuk Ethiopia Al Busyra Basnur (FOTO: Kedutaan Besar RI untuk Ethiopia)

Indonesia Diharap Tingkatkan Program Peningkatan Kapasitas dengan Negara Sahabat

Internasional Indonesia-Ethiopia
02 Mei 2019 07:16
Jakarta: Teknologi penangkapan dan pengelolaan perikanan di Indonesia cukup maju sehingga mampu meningkatkan perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, Indonesia perlu mengembangkan teknologi perikanan tersebut kepada negara-negara lain yang membutuhkan, terutama di kawasan Afrika.
 
Hal itu dikatakan oleh Habon Mohamed Elmi, seorang pejabat muda Pemerintah Djibouti kepada Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika di Djibouti. Elmi yang saat ini bekerja sebagai Asisten Direktur Urusan Kelautan, Kementerian Perhubungan Djibouti adalah salah seorang peserta wanita pelatihan perikanan di Indonesia pada Juli 2017.
 
Kegiatan peningkatan kapasitas berupa pelatihan perikanan yang diikuti Elmi diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Perikanan RI di Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Ambon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada pelatihan peningkatan kapasitas itu saya mendapatkan berbagai ilmu dan pengetahuan, sekaligus kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan alat-alat menangkap ikan yang ramah lingkungan, misalnya, perangkap bubu dan keramba jaring apung," kata Elmi, seperti dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Peserta yang mengikuti pelatihan bersama Elmi di Ambon berjumlah 14 orang. Mereka berasal dari 12 negara Timur Tengah dan Afrika, diantaranya Kenya, Madagaskar, Mozambique, Mauritania, Mesir, Namibia, Nigeria, Senegal, Sudan, Zimbabwe dan Aljazair.
 
Ada satu hal yang selalu diingat Helmi dari pengalamannya tinggal dan belajar di Indonesia, bahwa orang Indonesia sangat perhatian, suka menolong dan memberi orang lain. Bahkan orang Indonesia senantiasa berusaha untuk memberi sesuatu yang dibutuhkan orang lain meskipun dia sendiri sebetulnya tidak memiliki apa yang akan diberikan itu.
 
"Saya ingin kembali ke Indonesia, menemui sahabat dan orang-orang yang pernah saya kenal dan saya sukai," kata Helmi dengan mata berkaca-kaca.
 
Duta Besar Al Busyra Basnur mengatakan maksud pertemuan dengan Helmi adalah dalam rangka mempererat hubungan dan persahabatan Indonesia dengan para alumni program dan kegiatan yang pernah diselenggarakan Pemerintah Indonesia yang diikuti peserta negara-negara sahabat.
 
"Juga untuk mengetahui seberapa besar manfaat program Pemerintah Indonesia itu bagi peserta dan negara sahabat," kata Duta Besar Al Busyra Basnur.
 
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia aktif memberikan bantuan untuk meningkatkan kapasitas bagi negara-negara sahabat, khususnya di bidang-bidang yang menjadi kebutuhan negara-negara tersebut.
 
Pada kesempatan terpisah, Direktur Kerja Sama Teknik, Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri RI Mohammad Syarif Alatas mengatakan sejak 1999 sampai 2018 Indonesia telah melaksanakan 671 program peningkatan kapasitas yang diikuti oleh 8.726 peserta dari berbagai negara dan kawasan.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif