medcom.id, Gaza: Konflik Israel-Palestina yang terjadi bertahun-tahun lamanya menyisakan kepedihan dan penderitaan warga sipil yang menjadi korban dari kedua belah pihak. Berbagai upaya diplomasi dan konsolidasi hingga saat ini masih belum mampu membuahkan solusi terbaik.
Menyikapi krisis politik dan keamanan yang terjadi berbagai cara swadaya masyarakat dilakukan untuk menyerukan terwujudnya perdamaian Israel-Palestina.
Salah satu lokasi perbatasan yang menjadi salah satu titik rawan adalah Desa Netiv HaAsara. Wilayah ini berbatas tembok beton dilengkapi CCTV dan komponen keamanan lengkan. Terdapat 70 kepala keluarga tinggal di Netiv HaAsara.
Salah satu warga bernama Hila Fenloe di sekitar area desa Neiv HaAsara menyebutkan, tersebar bunker-bunker persembunyian. Bunker tersebut dibangun setelah serangkaian serangan roket diarahkan ke desa ini oleh kelompok Hamas.
Ratusan orang khususnya anak-anak menjadi korban dalam peristiwa tersebut. "Dalam situasi panik, tidaklah mudah dilakukan karena kami harus menyelamatkan anak-anak dan orang tua," ungkap Hila, kepada Metrotvnews.com.
Meskipun hingga saat ini warga Netiv HaAsara hidup dalam situasi was-was dan penuh kekhawatiran namun mereka meyakini bahwa rakyat Palestina juga merasakan hal yang sama seperti mereka.
Oleh karena itu pada tembok beton yang menjadi pembatas wilayah Israel dan Palestina di Netiv HaAsara terdapat tulisan Path to Peace yang artinya Jalan Setapak Menuju Perdamaian. Tidak hanya dalam bahasa Inggris pesan damai ini juga ditulis dalam Bahasa Arab.
Tembok ini pun kini menjadi salah satu penanda harapan masyarakat Israel dan Palestina untuk mendapatkan sebuah kedamaian. Wisatawan dari berbagai negara rajin mengunjungi tembok ini.
Merekapun juga ikut menempelkan keramik yang berisi permohonan doa untuk perdamaian Israel dan Palestina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News