PBB sebut pendudukan Israel di Palestina paling lama sepanjang sejarah modern. Foto: AFP
PBB sebut pendudukan Israel di Palestina paling lama sepanjang sejarah modern. Foto: AFP

PBB: Pendudukan Israel di Palestina Terpanjang dalam Sejarah

Internasional pbb palestina israel
Arpan Rahman • 25 Oktober 2019 17:07
New York: Penyelidik hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) meminta komunitas internasional untuk campur tangan dalam konflik Israel-Palestina. Ia mengatakan HAM dasar dilanggar dan properti dihancurkan dalam skala besar.
 
Israel mengklaim kepemilikan di Tepi Barat dan Jalur Gaza setelah Perang Enam Hari 1967, dan menamai kota Yerusalem ‘lengkap dan bersatu’ sebagai Ibu Kota 13 tahun kemudian.
 
PBB telah mengutip berbagai pelanggaran hak-hak internasional, pengangguran yang meluas, dan kerawanan pangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Israel menduduki wilayah Palestina selama lebih dari 52 tahun, pendudukan terpanjang di dunia modern," kata pelapor khusus Amerika Serikat Michael Lynk kepada Majelis Umum PBB, Rabu.
 
"Status quo 'aneksasi' Israel tak berkesudahan berkelanjutan tanpa intervensi internasional yang menentukan karena keseimbangan kekuasaan yang sangat asimetris di lapangan," cetusnya, dirilis dari UPI, Jumat 25 Oktober 2019.
 
Dia juga menyatakan pendudukan Israel sebagai "ilustrasi pahit dari tidak adanya akuntabilitas internasional," dan menyerukan larangan global terhadap produk-produk buatan Israel tertentu.
 
Blokade Gaza mencegah warga Palestina melakukan perjalanan melalui darat, laut atau udara -- sebuah taktik yang disebut Lynk ‘penolakan hak asasi manusia’ yang berarti ‘hukuman kolektif.’
 
Lynk juga mengutuk balasan tembakan langsung Israel terhadap protes Great March of Return tahun ini, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 200 warga Palestina dan melukai lebih dari 33.000. Lebih lanjut, dia mengatakan serangan Israel yang lebih sering di Tepi Barat menyebabkan penangkapan massal dan penahanan sewenang-wenang.
 
Di Yerusalem Timur, Israel sejauh ini sudah menggusur lebih dari 100 permukiman Palestina guna memberi jalan bagi perumahan Israel. Lebih dari 200 warga Palestina telah mengungsi.
 
Gedung Putih telah menjanjikan rencana perdamaian Timur Tengah selama berbulan-bulan, tetapi belum mengumumkannya kepada publik. Meskipun berjanji akan diumumkan setelah pemilu Israel bulan lalu. Banyak orang Palestina telah menolak rencana Amerika Serikat, mengira itu akan menguntungkan Israel secara tidak adil.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif