Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. Foto: AFP
Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. Foto: AFP

Transkrip Rekaman Pembunuhan Jamal Khashoggi Diterbitkan

Internasional turki Jamal Khashoggi
Arpan Rahman • 11 September 2019 16:18
Ankara: Sebuah surat kabar Turki menerbitkan rincian baru dari rekaman yang dilaporkan sebagai momen terakhir penangkapan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang terbunuh.
 
Pengkritik pemerintah terkemuka itu tewas di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul Oktober lalu.
 
Surat kabar Sabah mengatakan transkrip tersebut berasal dari rekaman yang dibawa masuk dan kemudian diperoleh oleh intelijen Turki.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari BBC, Rabu 11 September 2019, pengungkapan ini termasuk informasi seperti dugaan kata-kata terakhir wartawan itu. Khashoggi menulis kolom untuk koran Washington Post dan berbasis di Amerika Serikat sebelum kematiannya.
 
Dia terakhir tampak memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 untuk mendapatkan surat-surat yang dia butuhkan buat menikahi tunangannya asal Turki.
 
Kematiannya yang misterius mengarahkan sorotan di Arab Saudi, yang merilis informasi saling bertentangan terkait kematiannya.
 
Pemerintah Saudi sejak itu menyalahkan operasi 'jahat' atas pembunuhannya dan mengadili 11 orang. Sabah secara konsisten menjadi berita utama internasional dengan membawa rincian -- termasuk beberapa yang telah diperdebatkan -- tentang kematian misterius jurnalis itu.
 
Surat kabar itu menerbitkan dua laporan baru pekan ini tentang kematian Khashoggi di tangan kelompok yang mereka beri label ‘regu pembunuh’.
 
Laporan terbaru mereka merinci informasi dari rekaman yang diduga. Termasuk rincian seperti ahli forensik, bagian dari tim yang dikirim dari Arab Saudi, yang diduga menyebut jurnalis itu sebagai ‘binatang yang akan dikorbankan’ sebelum kedatangannya.
 
Laporan Sabah mengatakan Khashoggi, begitu berada di dalam konsulat, menjadi curiga dan diberitahu bahwa ia harus kembali ke Riyadh karena perintah Interpol.
 
“Wartawan itu diduga menolak memenuhi permintaan kelompok tersebut, termasuk mengirim SMS putranya, dan kemudian dibius,” menurut surat kabar Sabah.
 
Dia dilaporkan kemudian memberi tahu pembunuhnya, dengan kata-kata terakhirnya, untuk tidak menutup mulutnya karena dia asma, tetapi kemudian kehilangan kesadaran.
 
Khashoggi dicekik dengan tas yang dililitkan di atas kepalanya, Sabah melaporkan, dengan suara perkelahian yang diduga diambil oleh rekaman.
 
Surat kabar juga menuduh rekaman itu menangkap dugaan pemotongan di tangan ahli forensik. Laporan keberadaan rekaman audio dari kematian Khashoggi telah menjadi rumor sejak tahun lalu.
 
Para pejabat Turki secara terbuka mengkonfirmasi keberadaan rekaman itu dan mengatakan mereka telah membaginya dengan pemerintah internasional tetapi tidak jelas bagaimana surat kabar itu mendapatkannya.
 
Hampir setahun setelah kematiannya, jasad belum ditemukan meskipun ada tekanan internasional. Awal tahun ini, seorang pakar PBB tentang pembunuhan di luar proses hukum menyerukan penyelidikan independen dan tidak berpihak atas kematiannya.
 
Pelapor khusus Agnes Callamard menggambarkan kematian jurnalis itu sebagai ‘eksekusi yang disengaja dan direncanakan’ dan menuduh ‘negara Arab Saudi bertanggung jawab’ dan harus diselidiki.
 
Pemerintah Arab Saudi menolak laporannya dan secara konsisten menyangkal mereka yang bertanggung jawab atas kematian itu bertindak atas perintah resmi.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif