Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

188 Anak-anak Turki Anggota ISIS Dikembalikan dari Irak

Internasional irak turki isis
Fajar Nugraha • 30 Mei 2019 06:20
Baghdad: Pemerintah Irak menyerahkan 188 anak-anak Turki yang diduga sebagai anggota Islamic State (ISIS). Mereka dipulangkan ke negaranya dari Bandara Baghdad pada Rabu 29 Mei 2019.
 
Perwakilan dari peradilan Irak dan UNICEF hadir sampai anak-anak itu naik pesawat. Kepala Komunikasi Regional UNICEF Juliette Touma mengatakan, pesawat itu langsung menuju ke Turki.
 
“Kelompok itu termasuk beberapa dari mereka yang telah dewasa dan dihukum karena secara ilegal melintasi perbatasan. Anak-anak dapat dianggap bertanggung jawab atas kejahatan di Irak sejak usia sembilan tahun,” ujar seorang pejabat kehakiman Irak, Hakim Abdul-Sattar al-Birqdar, seperti dikutip dari The Star, Kamis 30 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengadilan investigasi pusat, yang bertanggung jawab atas arsip terorisme dan tersangka asing, telah menyerahkan 188 anak Turki yang ditinggalkan oleh teroris Daesh (sebutan lain dari ISIS) di Irak," kata juru bicara itu, Hakim Abdul-Sattar al-Birqdar, dalam sebuah pernyataan.
 
“Seorang pejabat kementerian luar negeri Irak, seorang perwakilan kedutaan Turki di Baghdad dan perwakilan dari organisasi internasional termasuk UNICEF juga turut hadir,” Birqdar menambahkan.
 
Pada Maret, sekitar 1.100 anak anggota ISIS ditangkap dalam sistem peradilan Irak. Yang termuda tinggal bersama ibu mereka di penjara, dan setidaknya tujuh anak meninggal karena kondisi yang buruk.
 
Beberapa ratus anak yang lebih besar dituntut atas pelanggaran mulai dari memasuki Irak secara ilegal hingga memperjuangkan Negara Islam.
 
Sekitar 185 anak berusia antara sembilan dan 18 tahun telah dihukum dan menerima hukuman dari beberapa bulan hingga 15 tahun dalam tahanan remaja di Baghdad. Irak sedang melakukan uji coba terhadap ribuan tersangka pejuang ISIS, termasuk ratusan orang asing, dengan banyak yang ditangkap ketika kubu kelompok itu hancur di seluruh Irak.
 
Bagdad menginginkani mereka yang tidak dapat dituntut untuk dipulangkan, tetapi masalah ini secara hukum rumit dan menyulitkan secara politik, dan sejauh ini banyak negara menolak untuk menerimanya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif