Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak dijaga ketat pihak keamanan. Foto: AFP
Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak dijaga ketat pihak keamanan. Foto: AFP

Dua Roket Kembali Hantam Zona Hijau di Baghdad

Internasional irak as-iran Qassem Soleimani
Fajar Nugraha • 09 Januari 2020 06:18
Baghdad: Sebanyak dua roket jatuh Rabu malam di Zona Hijau ibu kota Irak, Baghdad. Insiden terjadi 24 jam setelah Iran menembakkan rudal balistik di pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan AS, ketika ketegangan Washington-Teheran melambung
 
WIlayah ini merupakan daerah kantong keamanan tinggi tempat kedutaan-kedutaan asing termasuk misi AS berpusat.
 
“Tepat sebelum tengah malam, koresponden AFP di Baghdad mendengar dua ledakan keras diikuti oleh sirene keamanan meratap dari Zona Hijau,” sebut laporan dari AFP, Kamis, 9 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Serangan itu menunjuk pada permusuhan yang masih berlangsung bahkan ketika Washington dan Teheran tampaknya mundur dari konfrontasi langsung, setelah serangan pesawat tak berawak AS yang menewaskan jenderal Iran Qassem Soleimani dan komandan Irak Abu Mahdi al-Muhandis pekan lalu.
 
Pada Selasa malam, Teheran meluncurkan rudal balistik di pangkalan-pangkalan Irak yang menampung pasukan Amerika dan pasukan koalisi lainnya, yang tidak menyebabkan korban.
 
Muhandis selama ini dikenal sebagai wakil kepala Pasukan Mobilisasi Populer (PMF). Miisi tersebut adalah jaringan kelompok bersenjata yang tergabung dalam pemerintahan Irak tetapi juga memiliki hubungan dekat dengan Teheran.
 
Amerika Serikat menuduh kelompok-kelompok PMF berada di balik serangkaian serangan roket ke Kedutaan Besar AS di Baghdad dan pangkalan yang menampung pasukan Amerika di seluruh negara itu.
 
Pada Rabu, faksi garis keras PMF berjanji mereka juga akan membalas dendam atas serangan AS. Ketua Paramiliter Qais al-Khazali,-yang masuk daftar hitam sebagai teroris oleh AS,- mengatakan tanggapan Irak terhadap AS "tidak akan kurang dari tanggapan Iran."
 
Harakat al-Nujaba, faksi PMF garis keras, bersumpah untuk membalas kematian Muhandis.
 
"Untuk prajurit Amerika: Jangan tutup matamu. Balas dendam untuk martir Muhandis akan datang di tangan Irak - sampai tentara terakhir di antara kamu pergi,” tegas Nujaba.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif