Misi Artemis II (Foto: NASA)
Misi Artemis II (Foto: NASA)

Sejarah Baru Terukir! Misi Artemis II Sukses Lintasi Sisi Jauh Bulan dan Pecahkan Rekor Jarak Terjauh

Muhammad Syahrul Ramadhan • 07 April 2026 16:17
Ringkasnya gini..
  • Misi Artemis II besutan NASA dilaporkan sukses melintasi sisi jauh Bulan.
  • Misi ini juga berhasil memecahkan rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh oleh pesawat luar angkasa berawak dalam sejarah.
  • Kru Artemis II juga menyaksikan fenomena langka yang mustahil dilihat dari Bumi, yaitu gerhana matahari total.
Jakarta: Umat manusia baru saja mencatatkan tonggak sejarah baru dalam eksplorasi antariksa. Misi Artemis II besutan NASA dilaporkan sukses melintasi sisi jauh Bulan dan berhasil memecahkan rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh oleh pesawat luar angkasa berawak dalam sejarah.
 
Pencapaian ini menandai momen pertama kalinya manusia berada di lingkungan luar angkasa yang sangat jauh sejak berakhirnya era Apollo lebih dari lima dekade silam. Keberhasilan ini membawa harapan baru bagi ambisi besar manusia untuk kembali menginjakkan kaki di permukaan Bulan.

Melampaui Rekor Apollo 13

Salah satu poin paling mengesankan dari misi Artemis II adalah kemampuannya menembus batas jarak yang selama ini dipegang oleh misi Apollo 13 pada tahun 1970. Pesawat luar angkasa Orion yang membawa para astronaut ini berhasil terbang hingga mencapai titik terjauh dari Bumi, memberikan perspektif baru tentang luasnya alam semesta.

Mata Manusia di "Grand Canyon" Bulan

Berbeda dengan misi robotik, kehadiran mata manusia dalam misi ini memberikan perspektif unik bagi penelitian geologi. Salah satu momen krusial adalah pengamatan langsung terhadap Cekungan Orientale, sebuah kawah raksasa selebar 965 kilometer yang sering dijuluki sebagai "Grand Canyon-nya Bulan".
 
 
Komandan misi, Reid Wiseman, melaporkan detail visual yang menakjubkan dari Cincin Orientale yang terlihat melingkar sempurna, dengan kontras warna antara bagian utara yang gelap dan bagian selatan yang jauh lebih terang. Kehadiran manusia di sana memungkinkan pengamatan variasi tekstur permukaan yang selama ini tidak tertangkap sempurna oleh kamera robotik.

Astronot Christina Koch mengungkapkan dampak emosional yang mendalam saat menatap lanskap lunar dari jendela kapsul. Baginya, melihat Bulan dari jarak sedekat itu menjadikannya terasa sangat nyata sebagai sebuah benda langit yang megah di alam semesta.

Fenomena Gerhana Matahari 53 Menit

Selain riset geologi, kru Artemis II juga menyaksikan fenomena langka yang mustahil dilihat dari Bumi, yaitu gerhana matahari total dari perspektif luar angkasa. Karena posisi mereka yang sangat dekat dengan Bulan, matahari tertutup selama 53 menit jauh lebih lama dari durasi gerhana di Bumi.

Perjalanan Pulang Kru

Setelah menyelesaikan manuver terbang lintas menggunakan gravitasi Bulan sebagai ketapel alami, kapsul Integrity kini dalam perjalanan kembali ke Bumi. Sesuai jadwal, para astronot akan melakukan pendaratan di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, pada Jumat sore, 10 April 2026.
 
Kesuksesan Artemis II bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan pembuktian bahwa teknologi dan keberanian manusia sanggup membawa kita kembali menjelajahi misteri alam semesta.
 
(Fany Wirda Putri)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan