Ilustrasi oleh AFP.
Ilustrasi oleh AFP.

Berbagai Maskapai Hindari Wilayah Udara Iran

Internasional iran as-iran
Arpan Rahman • 09 Januari 2020 12:12
Berlin: Serangan rudal Iran yang menargetkan pasukan Amerika Serikat di Irak, serta kecelakaan jet penumpang Ukraina yang tidak dapat dijelaskan terjadi di dekat Teheran. Menyusul kejadian itu, beberapa maskapai penerbangan utama telah mengalihkan atau membatalkan penerbangan di wilayah tersebut.
 
Sejumlah maskapai global pada Rabu mengalihkan atau membatalkan penerbangan untuk menghindari wilayah udara di atas Irak dan Iran terkait serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer Irak yang menjadi basis pasukan AS.
 
Perubahan itu juga terjadi setelah jatuhnya jet penumpang Ukraina yang belum dapat dijelaskan sesaat setelah lepas landas dari Teheran pada Rabu pagi, menewaskan semua 167 penumpang dan sembilan awak, hanya beberapa jam setelah serangan rudal balistik. Para pejabat Iran mengatakan mereka menduga kerusakan mekanis bertanggung jawab atas kecelakaan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pejabat Ukraina awalnya setuju, tetapi kemudian menolak untuk menawarkan alasan saat penyelidikan berlanjut.
 
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan dia berharap Kanada memainkan peran sebagai bagian dari penyelidikan mengenai kecelakaan itu, terutama karena 63 warga negara Kanada tewas.
 
"Pemerintah kami akan terus bekerja sama dengan mitra internasional guna memastikan bahwa kecelakaan ini diselidiki secara menyeluruh, dan bahwa pertanyaan orang Kanada dijawab," kata Trudeau dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Deutsche Welle, Rabu 8 Januari 2020.

Maskapai Eropa bereaksi


Mengingat ketidakpastian, maskapai penerbangan Jerman Lufthansa dan dua anak perusahaannya membatalkan penerbangan ke Irak, sementara maskapai Air France dan KLM Belanda keduanya mengatakan mereka telah menangguhkan semua penerbangan di wilayah udara Iran dan Irak sampai pemberitahuan lebih lanjut.
 
Sebanyak 15.000 penumpang per hari dapat terdampak karena sejumlah perjalanan penerbangan akan diperpanjang hingga 90 menit.
 
Para pakar industri juga percaya bahwa keuangan maskapai akan sangat terpengaruh oleh konflik dan ketegangan yang sedang berlangsung di kawasan itu.


Emirates dan Qatar tempuh jalur berbeda


Sementara itu, penerbangan maskapai Emirates antara Dubai dan Baghdad dibatalkan. Maskapai penerbangan milik negara itu mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Keselamatan penumpang, kru dan pesawat kami adalah prioritas nomor satu kami dan tidak akan dikompromikan."
 
Namun demikian, Qatar Airways mengatakan, setidaknya untuk saat ini, penerbangannya ke Irak akan berlanjut seperti biasa.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif