Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rencana Kerajaan Arab Saudi untuk memperluas hak wanita di negara tersebut.
Kendati demikian, maraton tersebut tetap menjunjung tinggi syariah Islam di mana wanita yang mengikuti lomba tetap mengenakan jilbab dan cadar.
Dilansir dari Al Arabiya, Selasa 6 Maret 2018, lebih dari 1.500 wanita ikut serta dalam maraton sejauh tiga kilometer ini yang digelar di Provinsi Al-Ahsa.
Para peserta berasal dari kalangan profesional, amatir, orangtua dan remaja.
Peraih medali pertama di maraton ini bernama Mizna al-Nassar asal Riyadh, yang mengaku bangga bisa mengikuti maraton untuk pertama kalinya di Arab Saudi.
Perluasan hak wanita di Arab Saudi perlahan mulai meningkat. Dimulai dari wanita sudah diperbolehkan mengendarai mobil hingga boleh mengikuti lomba balap lari.
Tak hanya itu, Kerajaan Arab Saudi juga membuka pendaftaran tentara untuk wanita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News