NEWSTICKER
Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: AFP)
Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: AFP)

Ali Khamenei Sebut Korona Digunakan untuk Ganggu Pemilu Iran

Internasional Virus Korona
Willy Haryono • 23 Februari 2020 18:02
Teheran: Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei mencurigai adanya propaganda yang sengaja diembuskan musuh-musuh negara dalam menganggu jalannya pemilihan parlemen. Propaganda yang dimaksud Ayatollah adalah terkait penyebaran virus korona COVID-19.
 
Menurutnya, ada pihak yang sengaja melebih-lebihkan isu korona agar warga Iran takut keluar untuk menggunakan hak pilih mereka. Hingga saat ini, Minggu 23 Februari 2020, Komite Pemilu Iran belum mengumumkan hasil pemilu.
 
"Media mereka (musuh Iran) memanfaatkan kesempatan untuk menakut-nakuti warga dengan menggunakan isu penyakit dan virus (korona)," tutur Ayatollah dari kantornya di Teheran, dilansir dari Arab News.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iran melaporkan kemunculan virus korona COVID-19 dua hari menjelang pemilu parlemen. Sejak saat itu hingga kini, angka kematian akibat korona di Iran telah mencapai enam orang. Angka kematian tersebut merupakan yang tertinggi di luar Tiongkok, negara pusat penyebaran virus korona COVID-19.
 
Untuk total jumlah kasus, Iran melaporkan ada 28 yang terkonfirmasi di empat kota berbeda termasuk Teheran. Untuk menekan penyebaran virus korona, otoritas Iran telah menutup sejumlah sekolah dan membatalkan berbagai acara olahraga atau pertunjukan film.
 
Berdasarkan data terbaru Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok dan John Hopkins CSSE, kematian global akibat korona mencapai 2462, dengan total kasus 78.823. Sementara untuk pasien yang sembuh dari virus korona menyentuh angka 23.290.
 
Sementara itu, politisi dari berbagai partai berhaluan konservatif di Iran diproyeksikan meraih 195 dari total 253 kursi.
 
Menurut data Komite Pemilu Iran, para politisi yang mencitrakan diri mereka sebagai reformis diprediksi hanya mendapat 18 kursi. Sementara politisi yang berhaluan independen diestimasi meraup 40 kursi.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif