NEWSTICKER
Pemandangan di salah satu sudut pelabuhan Tripoli, Libya, 3 Februari 2020. (Foto: AFP/MAHMUD TURKIA)
Pemandangan di salah satu sudut pelabuhan Tripoli, Libya, 3 Februari 2020. (Foto: AFP/MAHMUD TURKIA)

Pemerintah Libya Tangguhkan Partisipasi Dialog Damai

Internasional konflik libya
Willy Haryono • 19 Februari 2020 08:23
Tripoli: Pemerintah Perjanjian Nasional Libya (GNA) menangguhkan partisipasi dalam dialog damai di Jenewa. Keputusan diambil usai Pasukan Nasional Libya (LNA) di bawah pimpinan Jenderal Khalifa Haftar menyerang sebuah pelabuhan di Tripoli pada Selasa 18 Februari malam.
 
"Kami menangguhkan partisipasi dalam dialog militer di Jenewa hingga adanya pengambilan langkah-langkah tegas terhadap para agresor," ujar GNA, merujuk pada LNA.
 
"Milisi menyerang pelabuhan Tripoli yang merupakan infrastruktur penting bagi banyak kota di Libya," lanjutnya, seperti dilansir dari DW, Selasa 18 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelabuhan Tripoli adalah gerbang utama untuk penyaluran makanan, bahan bakar, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya untuk ibu kota dan wilayah lainnya di Libya. "Negosiasi tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya gencatan senjata permanen," tegas GNA.
 
Serangan di pelabuhan Tripoli terjadi saat delegasi GNA dan LNA memulai fase kedua dialog damai yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Swiss.
 
LNA mengaku menyerang sebuah gudang senjata dan amunisi di pelabuhan Tripoli untuk "melemahkan kemampuan tempur tentara bayaran yang datang dari Suriah" untuk membantu GNA.
 
Turki mengatakan pasukan Haftar telah melepaskan tembakan ke arah kapal milik Ankara di dekat pelabuhan Tripoli, namun "meleset" dari sasaran. Seorang juru bicara kantor kepresidenan mengatakan, Turki telah membalas tembakan tersebut.
 
Sejak April 2019, LNA belum dapat menembus pertahanan GNA di Tripoli. Pertempuran kedua kubu telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan membuat puluhan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.
 
Sejumlah kekuatan asing ikut serta dalam konflik di Libya. LNA didukung Uni Emirat Arab, Yordania, Mesir, dan Rusia. Sementara GNA belakangan ini mendapat dukungan kuat dari Turki.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif