"Bom meledak saat kendaraan memasuki sebuah area latihan menembak di Quallam, Niger, pada 8 Juni," ujar Komando Afrika AS, dikutip dari laman Al Arabiya, Senin 10 Juni 2019.
"Tidak ada laporan korban tewas dari kubu AS. Namun sebagai tindakan antisipasi, semua personel AS sedang dievaluasi," lanjutnya. Pasukan lokal Niger telah mengamankan lokasi terjadinya ledakan.
Empat prajurit AS dan empat lainnya dari Niger tewas dalam sebuah serangan mendadak pada Oktober 2017. Kala itu, sekelompok ekstremis mengepung pasukan AS dan Niger di wilayah yang berdekatan dengan perbatasan Mali.
Kematian empat tentara AS itu disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam medan perang di Afrika sejak insiden "Black Hawk Down" di Somalia pada 1993.
Salah satu negara miskin dunia, Niger dilanda pemberontakan ekstremis selama bertahun-tahun. Berbagai grup militan beroperasi di Niger, terutama di wilayah barat dan utara.
Grup ekstremis Boko Haram adalah salah satu grup yang beroperasi di Niger.
Niger adalah bagian dari grup G5 Sahel, yang dibentuk untuk mengkoordinasikan respons gabungan terhadap sepak terjang kelompok ekstremis di kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News