Warga Palestina peringati Yasser Arafat (Foto: AFP)
Warga Palestina peringati Yasser Arafat (Foto: AFP)

Penyelidikan Palestina: Israel di Balik Pembunuhan Yasser Arafat

Fajar Nugraha • 11 November 2015 09:51
medcom.id, Ramallah: Kepala Tim Penyelidikan Kematian Yasser Arafat menyebutkan bahwa kematian mantan pemimpin Palestina itu disebabkan oleh Israel.
 
11 November ini, tepat 11 tahun wafatnya tokoh perjuangan Palestina itu. Arafat wafat di sebuah rumah sakit di Paris, Prancis pada 2004 dengan dokter menyebutkan pendarahan yang menjadi penyebabnya.
 
"Komite penyelidikan berhasil mengidentifikasi pembunuhan dari mantan Presiden Yasser Arafat," ujar Tawfiq Tirawi, seperti dikutip AFP, Rabu (11/11/2015).

"Israel yang bertanggungjawab. Kami masih terus membutuhkan waktu untuk menguak keadaan di balik pembunuhan ini," tegas Tirawi.
 
Komentar Tirawi dilontarkan setelah dua bulan lalu pihak pengadilan Prancis menghentikan penyelidikan dari klaim bahwa Arafat dibunuh.
 
Arafat wafat di Rumah Sakit Militer Percy di dekat Paris, pada usia 75 tahun. Awalnya dia mengeluhkan rasa sakit pada bagian perutnya dan kemudian diterbangkan ke Prancis untuk perawatan.
 
Istri Arafat, Suha melontarkan tuntutan untuk penyelidikan di Prancis pada 2012. Dia mengklaim bahwa Arafat telah dibunuh dan pada akhirnya membuka proses penyelidikan atas klaim itu.
 
Di tahun yang sama, makam Arafat di Ramallah dibuka untuk beberapa jam demi memungkinkan tiga tim dokter Prancis, Swiss dan Rusia untuk mengambil sekitar 60 sampel. Namun hasil penyelidikan itu tidak membuahkan hasil dan kasusnya ditutup pada September lalu.
 
Banyak warga Palestina hingga saat ini meyakini bahwa Israel di balik kematian Arafat. Arafat diyakini telah diracun oleh Israel
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan