Senin 5 Juni 2017, tujuh negara memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Ketujuh negara itu, termasuk Arab Saudi, menuduh Qatar mendukung sejumlah organisasi teroris dan berusaha menggoyang stabilitas kawasan.
Mengekspresikan "kekhawatiran mendalam," Kementerian Luar Negeri Sudan mendesak pemimpin negara-negara Teluk untuk tetap tenang dan fokus menyelesaikan krisis.
"Kami sangat siap mengambil semua upaya yang diperlukan untuk mencapai ketenangan dan rekonsiliasi demi membantu masyarakat di kawasan," ucap pernyataan resmi Kemenlu Sudan, seperti dilansir AFP, Senin 5 Juni 2017.
"Para pemimpin di kawasan diharapkan bekerja bersama untuk mengatasi masalah ini," lanjutnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Sudan telah menjalin hubungan diplomatik erat dengan Arab Saudi dan juga Qatar.
Qatar telah menjadi tuan rumah sejumlah putaran dialog damai antara pemerintah Sudan dengan pemberontak etnis minoritas yang sempat melawan Presiden Omar al-Bashir pada 2013.
Negara-negara Teluk memutuskan hubungan dengan Doha setelah Riyadh menuduhnya mendukung sejumlah grup teroris, termasuk beberapa yang juga didukung Iran.
Doha merespons dengan kemarahan, dan menyebut tuduhan Arab Saudi dan enam negara lainnya tidak berdasar.
Turut serta dalam memerangi kelompok militan Islamic State (ISIS), Qatar menyediakan lahan untuk pangkalan udara terbesar Amerika Serikat di kawasan. Qatar dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id