Israel Senang Brasil akan Pindahkan Kedubes ke Yerusalem
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP)
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik keputusan Presiden terpilih Brasil untuk memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem. Netanyahu menilainya sebagai keputusan "historis, (dan) tepat," sementara Palestinya menyebutnya "provokatif dan ilegal."

Jair Bolsonaro, seorang politikus berhaluan sayap kanan, mengekspresikan dukungan kuat untuk Israel selama masa kampanye. Status Yerusalem adalah salah satu isu paling krusial dalam konflik antara Israel dengan Palestina.

Israel menganggap seluruh Yerusalem sebagai ibu kota, sementara Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka di masa mendatang.


"Saya mengucapkan selamat kepada teman saya, presiden terpilih Brasil Jair Bolsonaro, atas niatnya memindahkan kedutaan besar ke Yerusalem. Sebuah langkah historis, tepat dan menyenangkan!" ungkap Netanyahu, seperti dikutip dari kantor berita BBC, Jumat 2 November 2018.

Namun seorang petinggi Palestina, Hanan Ashrawi, mengatakan kepada media AFP bahwa langkah Brasil "provokatif dan ilegal, yang hanya akan menggoyang stabilitas dan keamanan di kawasan."

Amerika Serikat dan Guatemala belum lama ini memindahkan kedubes mereka ke Yerusalem. Namun sebagian besar negara di dunia memilih tetap di Tel Aviv.

Mengapa Yerusalem Penting?

Status Yerusalem adalah jantung dari konflik Israel Palestina. Israel menganggap Yerusalem sebagai ibu kota "abadi dan tak terpisahkan." Sementara Palestina mengklaim Yerusalem Timur -- diduduki Israel pada Perang Timur Tengah 1967 -- sebagai ibu kota masa depan.

Kedaulatan Israel atas Yerusalem tidak pernah diakui secara internasional. Menurut perjanjian damai Israel-Palestina 1993, status akhir Yerusalem harus didiskusikan dalam dialog damai antar kedua kubu.

Sejak 1967, Israel telah membangun puluhan permukiman, yang dihuni sekitar 200 ribu orang, di Yerusalem Timur. Pembangunan tersebut dianggap ilegal di mata hukum internasional, namun Israel tetap melakukannya.

Yerusalem juga merupakan lokasi berdirinya sejumlah situs suci bagi Judaism, Islam dan Kristen, terutama yang berdiri di wilayah timur.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id