NEWSTICKER
Seorang wanita mengenakan masker saat sedang beraktivitas di sebuah ruas jalan di Teheran, Iran, 22 Februari 2020. (Foto: AFP/ATTA KENARE)
Seorang wanita mengenakan masker saat sedang beraktivitas di sebuah ruas jalan di Teheran, Iran, 22 Februari 2020. (Foto: AFP/ATTA KENARE)

Takut Korona, Sejumlah Negara Tutup Perbatasan dengan Iran

Internasional Virus Korona
Marcheilla Ariesta • 24 Februari 2020 09:12
Teheran: Sejumlah negara tetangga di kawasan Timur Tengah yang berbatasan dengan Iran menutup perbatasan darat mereka. Penutupan dilakukan setelah Iran mengonfirmasi delapan kematian akibat virus korona COVID-19.
 
Sejak infeksi korona pertama kali terdeteksi di Qom, Iran, pada Rabu pekan lalu, terjadi lonjakan jumlah kasus di negara tersebut. Korban meninggal akibat korona di Iran merupakan yang tertinggi di luar Tiongkok, negara pusat penyebaran COVID-19.
 
Saat ini, Pemerintah Iran menutup sejumlah sekolah dan membatalkan berbagai acara seni serta pemutaran film. Hal ini dilakukan untuk menekan angka penyebaran lebih lanjut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Otoritas kesehatan Iran juga menunjuk setidaknya 230 rumah sakit di seluruh negeri untuk mengobati pasien terinfeksi korona. Meski demikian, beberapa staf medis mengeluhkan kurangnya peralatan yang memadai untuk menanggulangi wabah.
 
Seorang pejabat senior dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan kekhawatirannya atas sanksi Amerika Serikat yang dijatuhkan kepada Iran. Sanksi tersebut dinilai dapat memengaruhi kemampuan Iran dalam menangani epidemi korona.
 
Sementara itu, seorang perawat di kota Rasht, tempat empat pasien terinfeksi korona dirawat, melaporkan adanya kekurangan peralatan di rumah sakit.
 
"Kami berada di garis terdepan dalam merawat orang-orang yang diduga terinfeksi, namun kami tidak memiliki pakaian atau masker pelindung standar," kata perawat tersebut, dilansir dari Aljazeera, Senin 24 Februari 2020.
 
"Kami hanya memakai pakaian untuk operasi, kami tahu itu tidak akan efektif. Kami juga tidak memiliki cairan desinfektan dan pembersih yang diperlukan," imbuhnya.
 
Hal senada diungkapkan dokter di Teheran. Menurutnya, pemerintah sama sekali tidak siap untuk menangani penyakit ini.
 
Iran mengonfirmasi tambahan 15 kasus terbaru virus korona COVID-19 per Minggu 23 Februari. Tiga dari 15 kasus terbaru itu berujung kematian.
 
Untuk total kasus korona COVID-19 di Iran, jumlahnya mencapai 43. Empat kasus terbaru muncul di Teheran, tujuh di kota suci Qom, dua di Gilan, dan masing-masing satu di Markazi serta Tonekabon. Sementara total kematian global akibat korona berada di kisaran 2.400 orang.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif