NEWSTICKER
Petugas menyemprotkan disinfektan dalam upaya menekan angka penyebaran virus korona COVID-19 di Iran. (Foto: FARS NEWS AGENCY/AFP / MEHDI MARIZAD)
Petugas menyemprotkan disinfektan dalam upaya menekan angka penyebaran virus korona COVID-19 di Iran. (Foto: FARS NEWS AGENCY/AFP / MEHDI MARIZAD)

Tertinggi Setelah Tiongkok, Korban Korona di Iran 19 Orang

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona
Willy Haryono • 26 Februari 2020 17:24
Teheran: Jumlah korban tewas akibat virus korona COVID-19 di Iran terus bertambah dan mencapai 19 orang per hari ini, Rabu 26 Februari 2020. Sementara total kasus terkonfirmasinya sejauh ini menyentuh angka 139.
 
Kendati angka kematian akibat korona di Iran menjadi yang tertinggi setelah Tiongkok, Presiden Hassan Rouhani belum berencana mengkarantina sejumlah kota. Ia merasa optimistis pihaknya dapat menanggulangi wabah ini dalam hitungan dua hingga tiga pekan ke depan.
 
Dalam keterangannya, Rouhani menegaskan bahwa Iran mampu menangani wabah korona. Ia mengecam keras tuduhan dari Amerika Serikat bahwa Iran menutup-nutupi data kematian dan jumlah kasus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Virus korona tidak boleh dijadikan senjata oleh musuh-musuh kita," ucap Rouhani, berdasarkan transkrip yang diunggah ke situs kepresidenan Iran, seperti dilansir dari ABC News.
 
Merespons tingginya angka kematian dan kasus korona, juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour menyerukan kepada seluruh warga untuk menghindari atau menunda "perjalanan yang tidak terlalu penting," terutama ke beberapa provinsi yang terkena dampak terparah korona seperti Gilan dan Qom.
 
"Kita semua harus bekerja dan beraktivitas seperti biasa, namun tetap berhati-hati," kata Rouhani. "Jika ada kasus dugaan (korona), maka orang yang bersangkutan harus dibawa ke rumah sakit," lanjutnya.
 
Ia menegaskan bahwa pemerintahannya melaporkan informasi secara berkala terkait penyebaran korona. "Kebenaran mengenai virus (korona) harus disampaikan kepada masyarakat," tegas Rouhani.
 
Baca:Wamenkes Iran Akui Terjangkit Virus Korona
 
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mempertanyakan sejumlah pernyataan pejabat Iran terkait korona. "Amerika Serikat sangat khawatir mengenai Iran yang mungkin menyembunyikan beberapa detail mengenai wabah (korona) di negara tersebut," sebut Pompeo kepada awak media di Washington.
 
"Semua negara, termasuk Iran, harus menyampaikan kebenaran mengenai virus korona, dan bekerja sama dengan sejumlah organisasi internasional," sambungnya.
 
Berdasarkan data di situs pemantau John Hopkins CSSE, angka kematian akibat korona COVID-19 di level global mencapai 2.762 pada Rabu ini, dengan total kasus melampaui 81 ribu. Sementara untuk korban sembuh, angkanya mencapai 30.116.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif