Mengenakan jubah putih, Barrow tiba di Stadion Independence, Sabtu 18 Februari 2017, dengan sambutan meriah masyarakat Bakau, sebuah kota 20 kilometer dari ibu kota Banjul. Ia melambaikan tangan kepada para pendukung dari kendaraannya.
Dilansir Nigeria Today, beberapa pemimpin dunia dan ribuan rakyat Gambia menyaksikan upacara pelantikan kali kedua Barrow.
Barrow pertama kali mengangkat sumpah dalam sebuah upacara resmi di Kedutaan Gambia di negara tetangga Senegal pada Januari lalu. Ketika itu, ia belum dapat pulang lantaran mantan presiden Yahya Jammeh menolak menyerahkan kekuasaan.
Tekanan internasional dan ancaman intervensi militer regional yang menguat, akhirnya membuat Jammeh menerima kekalahan. Mantan rezim itu kemudian terbang ke pengasingan di Guinea Ekuatorial.
Ratusan ribu rakyat Gambia menyambut kembali Barrow untuk memimpin Gambia pada 26 Januari 2017.
Barrow, 52, lahir di tahun Gambia merdeka. Dia telah berjanji hendak membalikkan banyak kebijakan Jammeh yang terentang selama lebih dari dua dekade kekuasaan.
Ia juga berkomitmen agar Gambia tetap menjadi anggota Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), bergabung kembali sebagai Negara Persemakmuran, dan membebaskan para tahanan politik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News