Berikut adalah rangkuman momen-momen krusial dari peluncuran misi Artemis II:
Detik-Detik Peluncuran dan Pemisahan
Peluncuran misi Artemis berjalan sempurna dengan dorongan sebesar 8,8 juta pon dari mesin RS-25 dan dua booster roket padat. Dalam waktu singkat, SLS menembus kecepatan supersonik dan melewati titik tekanan dinamis maksimum (Max Q).Dua menit setelah peluncuran, kedua booster berhasil memisahkan diri, disusul oleh pelepasan panel pelindung kapsul Orion. Pada pukul 18:43 EDT, mesin utama dihentikan (Main Engine Cutoff), menandai keberhasilan tahap inti (core stage) mengantarkan Orion ke orbit awal sebelum akhirnya berpisah.
Konfigurasi Orion di Luar Angkasa
Salah satu tonggak sejarah penting terjadi pada pukul 18:59 EDT, di mana empat sayap susunan surya (Solar Array Wings atau SAW) Orion berhasil terkembang sepenuhnya. Diketahui bahwa rentang sayap sekitar 63 kaki (19 meter) dengan kapasitas 15.000 sel surya yang mengubah cahaya matahari menjadi listrik untuk sistem pendukung kehidupan dan avionik.Fungsi dari Panel ini dapat berputar pada dua sumbu untuk terus melacak posisi matahari, memastikan pasokan daya maksimal selama perjalanan 10 hari menuju Bulan.
Kru Legendaris Artemis II
Di dalam kapsul Orion, terdapat empat astronaut yang kini tengah dalam perjalanan menuju rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari Bumi:- Reid Wiseman (Komandan)
- Victor Glover (Pilot)
- Christina Koch (Spesialis Misi)
- Jeremy Hansen (Spesialis Misi - CSA)
Sebelum berangkat, mereka sempat menjalankan tradisi lama NASA, yaitu bermain kartu di ruang suit-up hingga komandan kalah, sebuah ritual unik untuk "membuang sial" sebelum menjalankan misi besar.
Demonstrasi Operasi Jarak Dekat
Setelah peluncuran ini, kru tidak langsung meluncur ke Bulan. Mereka akan melakukan serangkaian manuver untuk menaikkan orbit (Perigee Raise Maneuver). Salah satu agenda paling kritis adalah demonstrasi operasi jarak dekat, di mana kru akan menguji kemampuan manuver manual kapsul Orion terhadap tahap atas roket (Interim Cryogenic Propulsion Stage) yang telah terpisah.Tes ini sangat vital untuk memastikan astronot dapat mengendalikan pesawat secara manual dalam situasi darurat atau saat melakukan proses dok di misi masa depan.
Keberhasilan peluncuran hari ini bukan hanya kemenangan teknologi, tetapi juga simbol kembalinya ambisi besar manusia untuk menjelajahi tata surya. Misi Artemis II adalah fondasi utama sebelum NASA mendaratkan manusia kembali di Kutub Selatan Bulan pada misi Artemis III mendatang.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News